AMBON, Siwalimanews – Selepas melaksanakan shalat Ied di rumahnya, Gubernur Maluku, Murad Ismail, didampingi istrinya Widya Murad Pratiwi, serta Ketua Harian Gugus Tugas Maluku Kasrul Selang, dan sejumlah pimpinan OPD, mengunjungi para dokter dan perawat Covid-19 di tiga rumah sakit serta satu lokasi karantina di Kota Ambon, Minggu (24/5).

Lokasi yang didatangi Murad yakni Rumkit Tk II dr JA Latumeten RSUD dr M Haulussy, Rumkital dr FX Suhardjo Lantamal IX Ambon dan Balai Diklat Provinsi Maluku.

Mengawali kunjungannya gubernur ke Balai Diklat Provinsi Maluku di Wailela. Setiba di lokasi karantina para pelaku perjalanan, serta orang tanpa gejala (OTG) serta tim dokter dan tenaga medis menyambut gubernur dan rombongan dengan suka cita.

“Kalian adalah pahlawan, saya berharap kalian tetap bersabar dalam melakukan tugas dan pelayanan,” ucap gubernur memberi semangat.

Pada kesempatan itu, Murad bersama istrinya menyerahkan titipan tali kasih mereka kepada para pejuang Covid-19 ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian mereka.

Baca Juga: Bertambah 2, Kasus Covid-19 Maluku Jadi 159 Orang

“Jangan lihat isinya, mohon diterima. Ini hanya bentuk perhatian kami kepada kalian,” ujarnya.

Sementara itu, setiba di RST Ambon, Murad disambut kepala rumah sakit setempat, sekaligus spesialis bedah, Muhammad Yunus. Keduanya membahas penanganan pasien, kelengkapan fasilitas, dan persoalan terkait penanganan Covid-19 lainnya.

Setelah mengetahui fasilitas ventilator yang dimiliki rumah sakit yang sementara merawat 13 pasien Covid-19 itu, hanya ada dua unit dan diperuntukkan buat kebutuhan medis yang lain, Murad berharap akan segera membantu kekurangan itu.

“Kalau ada masalah, tolong disampaikan. Mudah-mudahan saya bisa bantu fasilitas ventilator buat rumah sakit ini,” ungkapnya.

Sesudah itu, Murad mengunjungi RSUD dr. Haulussy. Di rumah sakit ini, Murad memakai alat pelengkap diri (APD) lengkap, sebelum menuju ruang isolasi. Sesampainya di ruangan, Murad memberikan semangat dan apresiasi kepada para perawat.

“Tadi malam, saya sudah berjanji ke Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Maluku Kasrul Selang, besok (Hari ini) kita akan mengunjungi perawat-perawat. Saya sangat konsen dan peduli terhadap masalah ini. Mereka luar biasa,” kata Murad.

Dia meminta para wartawan menghargai para perawat. Mereka para perawat, bakal merasakan dampak dari penulisan berita yang berlebihan. Ia berharap agar pemberitaan media tidak sampai melukai perasaan mereka.

“Mereka sudah capek-capek kerja, sedangkan kita berkoar-koar bahwa gagal lah menangani virus atau statement sejenisnya. Barusan mereka membalikkan badan, lalu menangis. Jadi media cetak, elektronik dan lainnya, tolong beritakan hal-hal yang positif, tentang Covid-19 ini,” harapnya.

Murad mengaku, tidak memerlukan simpati media menjaga perasaannya, namun dia berharap mengutamakan perasaan para tim medis yang menangani Covid-19.

Tim medis ini bukan saja tidak merayakan lebaran bersama keluarga, bahkan tidak pernah bertemu keluarga hampir tiga bulan ini.

“Hal inilah yang menjadi alasan kami datang mengunjungi mereka. Mudah-mudahan virus ini segera berakhir, biar kita bisa hidup normal,” ujarnya.

Salah satu perawat, LP (50), mengucapkan terima kasih atas kunjungan itu. Dia dan rekan-rekannya bekerja merawat para pasien selama 70 hari sejak 16 Maret lalu di ruang isolasi.

Gubernur  juga berpesan ke masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran pemerintah.

“Itu sama dengan masyarakat membantu mereka juga (Tim Medis Covid-19, red), biar mereka tidak lama-lama di dalam sana,” katanya mengingatkan.

Mengakhiri kunjungannya di Rumkital dr FX Suharjo gubernur disambut dokter spesialis penyakit dalam dr. Satro Sugiarto Mahbudi. (S-39)