AMBON, Siwalimanews – Terhitung sampai dengan Senin (5/7), total angka kematian akibat terpapar Covid-19 di Kota Ambon berjumlah 96 orang.

“Sebelumnya sampai dengan tanggal (4/7) itu 94 orang, tadi ada meninggal dua lagi, berarti total 96 orang,” ungkap Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam keterengan persnya di ruang rapat Vlisingen lantai II Balai Kota, Senin (5/7).

Menurut Walikota, meski angka tersebut tak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan data yang dimiliki Satgas Pusat, namun secara teritori, Kota Ambon terbilang memiliki angka kematian cukup tinggi dibandingkan kota/kabupaten lain yang ada di Maluku.

“Walaupun yang meninggal ini masih dibawah rata-rata tingkat nasional, tapi dari segi kuantitatif ini termasuk tinggi,” tandas Walikota.

Berdasarkan data yang dimiliki Satgas Covid-19 Kota Ambon kata Walikota, satu hari per tanggal (4/7) kemarin, tercatat sebanyak 270 orang terkonfirmasi, sehingga total keseluruhan sementara pasien asal Kota Ambon yang terkonfirmasi dan sementara menjalani perawatan berjumlah 862 jiwa.

Baca Juga: Anakotta Apresiasi Program Serbuan Vaksinasi di Maluku

Sedangkan untuk zonasi sendiri, Kota Ambon sampai dengan saat ini masih berada pada zona orange.

“Tapi, kalau saya lihat trend perkembangan dan dampak dari pada kematian, saya agak pesimis untuk bisa kita bertahan di zona orange,” bebernya.

Ia berharap, dalam jangka waktu pelaksanaan PPKM skala mikro ini tentunya dapat berimplikasi pada penurunan angka kematian yang berperan penting dalam proses pemetaan zonasi itu sendiri.

“Tapi tentunya kita berdoa semoga kita tidak terlalu jauh. Saya tetap berharap kita masih berada pada zona orange,” ucap[ Walikota. (S-52)