AMBON, Siwalimanews – Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura, Profesor I.H Wenno mengatakan, memasuki usianya yang ke-60, FKIP siap bertransformasi baik dari segi akademik, penelitian dan pengabdian, kepegawaian, keuangan, kemahasiswaan bahkan alumni.

Namun demikian, transformasi yang dimaksudkan lebih kepada akademik dan diharapkan mampu mencetak generasi yang siap diperhadapkan ke masyarakat. “Saat ini sudah jalan dan semua sementara dilakukan untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan di Maluku. Dari sini diharapkan dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” tandas Wenno kepada Siwalima di sela-sela perayaan Dies Natalis ke-37, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), FKIP Unpatti  yang berlangsung di gedung Student Center Unpatti, Sabtu (21/8).

Prodi PBSI memiliki banyak alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. September mendatang atau 10 September merupakan Dies Natalis  ke-60 FKIP, akan dijadikan momentum untuk menghimpun semua alumni untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dalam fakultas ini.

“Untuk itu, melalui Dies Natalis yang ke-37 Prodi PBSI, diharapkan betul-betul bisa mencetak generasi unggul dalam hal kualitas maupun kompetensinya,” ujar Wenno.

Menurut Wenno, target dan harapan dari Prodi ini bisa meraih akreditasi unggul, untuk menghasilkan generasi-generasi yang siap dipakai di masyarakat.

Baca Juga: Tak ada Mantan Gubernur dan Wakil Hadiri HUT Promal ke 76

Wenno berharap, mahasiswa saat ini lebih giat untuk menunjukan kualitas. Bukan saja menjadi seorang guru, tetapi dapat bekerja dimana saja. Kata dia, Prodi PBSI ini bisa memiliki kompetensi utama, yakni guru profesional. “Jika 16 Prodi dapat membenahi diri, maka kita bisa memperbaiki kualitas. Baik akademik, penelitian dan pengabdian yang dilaksanakan berdasarkan Dharma Perguruan Tinggi,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Program Studi (Prodi) PBSI, Heppy Lelapary mengatakan, Dies Natalis ke-37 ini dimulai dengan seminar nasional dan temu alumni seluruh Indonesia.

“Kita berharap organisasi alumni ini dapat berperan, karena itu penting untuk proses akreditasi program studi. Kemudian acara puncaknya hari ini (Sabtu Red), yang diisi dengan orasi ilmiah dari Dr. Iwan Rumalean yang mena­war­kan sebuah konsep pembelajaran masa depan untuk Bahasa dan Sastra Indonesia,”tuturnya.

Lelapary menambahkan, saat ini menjadi harapan pihaknya, Prodi PBSI segera berbenah sehingga kedepan berada pada posisi akreditasi unggul. Hal ini karena PBSI masih berada pada posisi akreditasi B. “Harapan terbesar kami, kedepannya kita akan ber­proses untuk membuka program S2,” pungkas Lelapary. (S-32)