AMBON, Siwalimanews –  Pasca penghapusan tenaga honorer di lingkungan pemerintah secara otomatis dapat memicu gelombang pengangguran terutama bagi lulusan-lulusan perguruan tinggi yang cukup tinggi.

Mengantisipasi itu Dinas Ketenagakerjaan Kota Ambon telah mengantisipasinya dengan melaku­kan kerja sama dengan pihak-pihak tertentu, salah satunya Badan Per­lindungan Pekerja Migram Indonesia (BP2MI) sebagai penyalur tenaga kerja.

“Tentang honorer, memang sesuai kebijakan pempus itu akan dihapus, dan pasti nanti bertambahnya pengangguran. Tapi kami dari Dis­naker tentu sudah mengan­tisipasi itu,” kata Kepala Dinas Ketena­ga­kerjaan Ambon Steiven Bernhrad Pat­ty, kepada Siwalima di Bailoe Rak­yat Belakang Soya, Selasa (14/6).

Langkah antisipatif itu menu­rutnya dengan memanfaatkan pe­luang kerja di luar negeri. Pasalnya di luar negeri kini tengah membuka peluang kerja yang cukup besar di berbagai bidang, mulai dari sektor kesehatan, perikanan, pertanian dan lainnya.

Dengan itu dia berharap peluang itu bisa dimanfaatkan bagi para pencari kerja, yang tentu harus memenuhi ketentuan.

Baca Juga: Musda GPdI Harus Mampu Jaga Persaudaraan

“Paling tidak soal penguasaan ba­hasa negara yang akan dituju,” jelasnya.

Ia mencontohkan di Australia misalnya, kesempatan kerja juga sangat banyak, baik di sektor kese­hatan, pertanian, maupun perikanan. Dari Thailand yang bergerak dibidang perikanan juga sementara dibuka, dari Jepang untuk tenaga magang juga banyak.

“Kalau di Arab Saudi, hari ini mereka ada penerimaan ners atau perawat. Tinggal apakah mereka mau atau tidak,” ujarnya.

Sementara terkait dengan bahasa Patty mengaku, hal inilah yang sering menjadi kendala. Namun, para pencari kerja dapat mengikuti pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh pihak-pihak tertentu yang kompeten, seperti BLK dan lainnya. (Mg-1)