AMBON, Siwalimanews – Hari kedua penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM), ternyata masih juga belum efektif bagi para pedagang di pasar.

Pasalnya, sampai dengan pukul 16.00 WIT yang merupakan batas waktu pengoperasian pasar rakyat, para pedagang masih saja ada yang tak mempedulikannya. Bahkan petugas gabungan dari Satpol PP dan TNI/polri yang turun untuk minta agar para pedagang mengehntikan aktivitas merekapun tak digubris.

Alhasilnya adu mulutpun terjadi antara beberapa pedagang yang tak mau dagangannya ditutup dengan para petugas.

Kita ini bajual dari pagi sampe su mau malam ini saja ada yang selaku lalu kalau ktg tutup tempo ini ktg mau jadi apa,” ujar Nur pedagang sayuran dan bumbu dapur saat beradu mulut dengan petugas.

Menurutnya, para pedagang di pasar ini sebagai warga negara harus diberlakukan sama dengan warga lain, kenapa demikian sebab saat ini mereka bukans aja bersaing dnegan sesama pedagang di Pasar Mardika dan batu merah, namun saat ini ada banyak pasar kaget, bahkan mall yang beroperasi 24 jam.

Baca Juga: Gustu Aru Sterilkan Sejumlah Gereja di Dobo

“Pokoknya saya tidak mau tutup saya jualan, saya tetap berjualan, silahkan kalau mau bongkar jualan saya silahkan,” tegasnya.

Pedagang lainnya Tuti yang juga beradu mulut dengan petugas karena tak mau dagangannya ditutup menegaskan dirinya akan menutup lapak miliknya apabila seluruh pedagang juga tutup.

Namun jika masih ada pedagang yang dibiarkan berjualan, maka ia juga tak akan menutup lapak miliknya

“Saya kecewa dengan bapak-bapak petugas, kenapa masa ada yang tutup ada yang dibiarkan berjualan.  Jika lapak saya tutup, maka harus semua ditutup juga sehingga kita sama-sama merasakan senasib sepenangungan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Kota Ambon MA Waliulu saat dikonfirmasi Siwalimanews di sela-sela pemantauan aktivitas pasar tersebut mengaku, penerapan PKM di hari kedua ini masih ada pedagang yang belum menutup lapaknya, namun petugas masih memberikan teguran secara persuasif.

“Untuk hari ini merupakan hari kedua dan terlihat para pedagang belum bisa menertibakan diri untuk menutup dagangan mereka, sehingga petugas masih ahanya menegur secara baik,” Waliulu.

Menurutnya, jika mengikuti aturan, maka petugas harus mengambil tindakan tegas, namun saat ini petugas masih memberikan teguran secara halus.

“Jika nantinya besok ada perintah dari pimpinan kami, maka kami juga akan bertindak untuk menertibkan mereka,” cetusnya.

Ia berharap, para pedagang harus memaklumi hal ini, sebab kebijakan ini diambil untuk kepentingan semua orang dalam memutus mata rantai virus corona. (Mg-5)