BUPATI Maluku Barat Daya, Benyamin Th. Noach, hadiri Pembukaan Sidang ke-44 Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Sinode Gereja Protestan Maluku, yang berlangsung di Gereja Imanuel, Jemaat GPM Wonreli, Kecamatan Kisar Selatan, Minggu (29/10).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur tak terhingga karena hari ini mengingatkan kita bersama betapa besar kasih Tuhan, dimana 30 tahun lalu Sidang MPL GPM berlangsung di tempat ini dan saat ini Jemaat Wonreli kembali bertindak selaku tuan rumah penyelenggaraan Sidang ke-44 MPL GPM.

“Dulu saya masih mahasiswa dan ikut bersama-sama dengan panitia untuk membantu kegiatan-kegiatan dalam menopang MPL disini. 30 tahun kemudian saya berada disini sebagai Bupati MBD,” ucap bupati

Bupati menambahkan kehadiran hamba-hamba Tuhan di Pulau Kisar, di MBD kiranya menghadirkan hujan penuh berkat bagi MBD.

Dirinya menjelaskan, tari-tarian dalam kebaktian tadi menam­pilkan kelor, sopi dan kapas adalah kearifan lokal yang menggambarkan pulau ini.

Baca Juga: Tumbangkan SBB, Malteng Juarai Masohi Open Turnamen Voli

“Pemerintah daerah bersama DPRD MBD sudah melakukan langkah-langkah dengan menetapkan peraturan daerah perlindungan sopi sebagai ninuman tradisional beralkohol,

“Salah satu Perda yang telah diharmonisasikan di Ambon yakni pemurnian sopi serta untuk melindungi kain tenun Pulau Kisar, perlu didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Kain tenun yang didaftarkan terbagi dua, yakni berbahan dasar kapas dan berbahan benang industri,” jelas bupati

Atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih yang tulus kepada seluruh warga GPM yang telah bersama-sama mem­-bantu pemerintah daerah dalam melaksanakan upaya-upaya, baik upaya pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur dan lainnya dalam rangka pembangunan mewujudkan MBD yang sejahtera dan mandiri.

“Hari ini saya bermohon kiranya GPM tidak lepas tangan dari kami, terus mendoakan kami. Tolong bantu kami dalam upaya-upaya pemerintah daerah mengentaskan stunting, mengentaskan kemiskinan, upaya meminimalisir efek negatif dari digitalisasi pada saat ini. Mohon kiranya GPM dan pemerintah daerah terus bergandengan tangan membangun dan memajukan MBD. Pemerintah daerah akan selalu mendukung upaya-upaya GPM dalam mengembangkan diri dan membangun karakter umat menuju lebih baik. Selamat bersidang, Tuhan Yesus memberkati,” pinta bupati mengakhiri sambutannya

Pada kesempatannya Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode GPM, Pendeta Elifas T. Maispatella menyampaikan jarak waktu 30 tahun setelah pelaksanaan BPL ke-14,  telah diisi oleh suatu hal yang penting yaitu lahirnya Kabupaten MBD sekaligus menjadi magnet dan mesin penggerak kemajuan negeri Kalwedo.

“Itu alasan kita bersyukur dan menyaksikan perubahan-perubahan pasti warga GPM. Kami punya kepentingan bagi warga dan jemaat GPM dengan salah satu fokus perhatian pada MPL ke-44 ini adalah pening­katan kualitas hidup dan ketaha­nan pangan daerah yang telah digumuli GPM dengan pengelo­laan serta pemanfaatan pangan lokal. Ini merupakan gumulan dan menjadi aspek penting dalam peningkatan kualitas hidup ini,” ujar ketua Sinode GPM

Ketua Sinode GPM menambahkan kiranya dapat bersama membangun ekonomi yang berpihak pada masyarakat. Bergerak dalam irama pelayanan berbasis digital, haruslah ditata bagian-bagian tertentu dari tugas misi gereja di tengah era teknologi digital.

“Tuntutan pada moralitas dan sikap etis bermedsos merupakan bagian dari tugas kita membentuk kematangan warga di era digitalissi ini,” tegasnya.

Dirinya berharap untuk tetap satukan semangat kebangsaan, mendukung suksesnya pemilihan umum serentak secara nasional tahun 2024, yang agenda dan petahapannya sudah dimulai.

“Wujudkanlah pemilihan umum yang berwibawa, penuh cinta kasih, berpartisipasilah dalam terus mengawal akan hasilnya yang benar-benar jujur dan bersih. Bagi warga GPM yang berindak selaku penyelenggara pemilu, jalankanlah tugas saudara-saudara dengan tangan dan hati yang bersih.  Bagi kontestan pemilu yang adalah warga GPM, jadikan momentum ini sebagai salah satu upaya meningkatkan kecerdasan dan kematangan berdemokrsi,  jauhi politik transaksional yang ujung-ujungnya melanggengkan politik uang. Janji saudara-saudara yang nantinya di masa kampanye adalah nubuat untuk mensejahterakan rakyat, jangan pernah berubah setelah terpilih nanti,” harapnya

Ketua MPH Sinode GPM meng­-harapkan dengan dilaksana­kannya Sidang ke-44 MPL GPM di bumi Yotowawa ini, gereja senantiasa terpanggil merangkul, melindungi, menjamin kesehatan dan kesejahteraan dengan meningkatkan karakter kegembalaan kita sebagai pelayan khusus.(S-28)