AMBON, Siwalimanews – Seiring berkembangnya teknologi yang bergerak sangat cepat seperti sekarang ini, guru dituntut untuk dapat menyesuaikan metode pembelajaran.

“Saya minta para guru  harus inovatif dan kreatif dengan metode pembelajaran yang diterapkan saat ini,” kata Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach saat membuka sosialisasi implementasi Kurikulum Merdeka Belajar jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Tiakur kemarin.

Menurutnya saat ini guru tidak bisa lagi hanya menggunakan buku paket sebagai bahan pembelajaran. Guru harus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan pembelajaran yang diterapkan.

“Harus ada terebosan-terebosan baru. Kita tidak boleh terkungkung dengan alasan bahwa kita berada pada daerah yang  jauh dan masih banyak kekurangan maka pastinya kita akan tertinggal,” ingat bupati.

Sosialisasi  ini merupakan episode 15  dari 21 Kurikulum Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sejak Februari lalu.

Baca Juga: Harga Avtur & Tiket Melambung, Airport Tax Ikutan Naik

Kemendikbudristek berupaya untuk mensosialisasikan dua perangkat penting untuk memulihkan dan mendukung proses belajar mengajar dengan meluncurkan merdeka belajar dan platform merdeka belajar.

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi yang dapat diterapkan tidak saja pada sekolah pengerak.

Untuk Kabupaten dengan tajuk Kalwedo sendiri, kurikulum ini diterapkan di bagi 155 Sekolah Dasar di 17 kecamatan.

“Kurikulum Merdeka Belajar  memberikan ruang untuk para guru berinovasi dan para murid berkreasi serta berkomptetisi. Para murid  selaku penerus dan masa depan Maluku Barat Daya, harus diberikan ruang dan kesempatan yang seluas-luasnya untuk berkreasi dan berkompetisi,” harapnya. (S-09)