AMBON, Siwalimanews – Kepala BPOM Ambon, Hariani mengaku, pihaknya sudah mulai memeriksa sampel spesimen pasien yang diduga terpapar Covid-19.

Gugus Tugas Covid-19 Maluku meminta bantuan BPOM, karena Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Ambon kewalahan memeriksa sampel spesimen. “Kita sudah melakukan pemeriksaan swab spesimen mulai hari ini,” kata Hariani, saat dihubungi Siwalima, Kamis (2/7) melalui telepon selulernya.

Hariani mengaku, sejak awal bulan Juni telah dimintai Gugus Tugas Maluku melakukan persiapan untuk melakukan uji spesimen. Olehnya BPOM sudah melakukan pembenahan ruangan sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia.

“Ruangan sudah kita siapkan sejak awal Juni termasuk melatih tenaga analisis di BTKLPP, dan sekarang sudah bisa kita fungsikan alat PRC kita,” ujar Hariani.

Selain itu peralatan lainnya disupport langsung oleh gugus tugas, sehingga tidak ada masalah.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 di Maluku Terus Alami Kenaikan

Ditanya selama ini BPOM hanya memeriksa makanan dan kosmetik, apa bisa memeriksa sampel swab Hariana, mengaku tidak masalah, karena petugasnya sudah dilatih.

“Petugas kita sudah terlatih dengan baik dan dikhususkan untuk memeriksa swab spesimen, sedangkan pemeriksaan terhadap makanan dan kosmetik juga tetap jalan sesuai dengan tupoksi kita di BPOM,” jelasnya

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Maluku, Kasrul Selang juga memastikan BPOM Ambon mulai melakukan pemeriksaan spesimen Covid-19. “Jadi pengambilan swab spesimen pertama kita periksa di BPOM, sementara pengambilan kedua dan seterusnya kita periksa di BTKLPP,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam sehari petugas di BPOM mampu memeriksa 100 sampai 120 spesimen. “Alat ini sekali baca bisa 90 spesimen, jadi lebih cepat,” jelas Kasrul.

BTKLPP Kewalahan

Seperti diberitakan, BTKLPP Kelas II Ambon mulai kewalahan menangani banyaknya sampel spesimen Covid-19 yang masuk.

Biasanya dalam sehari BTKLPP hanya memeriksa sekitar 20 sampel yang masuk, namun saat ini dalam sehari bisa mencapai 400 sampel yang masuk untuk diperiksa.

“Dengan masuknya sampel spesimen sebanyak 400 perhari, terjadi penumpukan sehingga kita kewalahan untuk melakukan tes,” ujar Kepala BTKLPP Budi Santoso yang dikonfirmasi Siwalima, Minggu (28/6).

Santoso mengaku, BTKLPP hanya bisa melakukan tes spesimen 100 sampai dengan 150 spesimen per hari. “Setiap hari sampel masuk sebanyak 400, kami jadi kewalahan, kalau 400 diluar kemampuan untuk itu harus kerja keras,” ujarnya.

Santoso juga mengaku, tenaga analisis di laboratorium yang dimiliki terbatas. Olehnya BTKLPP akan meminta agar Dinas Kesehatan Maluku maupun kabupaten/kota di Maluku mengurangi jumlah sampel yang dikirim.

“Rencana kita akan koordinasi dengan kepada dinas kesehatan nantinya sampel yang dimasukan per hari dikurangi sehingga tidak terjadi penumpukan,” ujarnya lagi.

Selain itu juga kendala yang dihadapi BTKLPP, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga laboratorium mulai menipis.

“APD awalnya yang dibutuhkan adalah 5 paket perhari, namun saat ini yang dibutuhkan perhari adalah 13 paket sementara persediaan semakmin menipis,” jelas Santoso.

Ia mengaku telah menyurati Dinas Kesehatan Maluku dan  Gugus Tugas maupun BNPB untuk meminta bantuan APD. “Kita sudah surati Dinas Kesehatan dan Gustu Maluku terkait kekurangan APD untuk tenaga lab,” ujarnya.

Sementara Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Maluku, Kasrul Selang yang dikonfirmasi mengaku, pihaknya siap memberikan APD kepada BTKLPP.

“Kita sedang siapkan, segera kita distribusikan sesuai permintaan ke BTKLPP,” kata Kasrul. (S-39)