AMBON, Siwalimanews – Pemerintah terus mendesak masyarakat untuk secara divaksin namun nyatanya, baru 29 persen tenaga kesehatan di Kota Ambon yang mendapat vaksinasi tahap III

“Sejauh ini sudah 941 tenaga kesehatan atau nakes di Kota Ambon, telah disuntik vaksin Moderna dosis ketiga,” kata kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Wendy Pelupessy kepada wartawan di Balai Kota, Senin (30/8).

Pelupessy mengaku jumlah yang tervaksin masih belum mencukupi target. Untuk dikatahui, jumlah nakes yang harus divaksinasi dosis ketiga sama dengan jumlah pelaksanaan vaksin tahap awal dan kedua, yakni 3.661 orang.

“Jadi itu baru 29 persen,” bebernya.

Keterlambatan ini menurutnya dikarenakan kebanyak nakes terpapar, sehingga butuh waktu tiga bulan untuk penyesuaian kondisi guna menerima vaksin dosis ketiga.

Baca Juga: 7 KK di Wainitu Terima Ganti Untung PPKK

“Jadi nakes yang terkonfirmasi, mereka menunggu tiga bulan untuk melakukan vaksinasi Moderna,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjutnya ada beberapa nakes juga yang belum melakukan penyuntikan dosis kedua dari dosis pertama yang diberikan. Baik itu Sinovac atau Astrazeneca.

“Jadi harus dilengkapi Sinovac dulu, dua kali baru masuk ke Moderna,” tandasnya.

Pelupessy menambahkan, penyuntikan vaksin dosis ketiga yakni Moderna harus secara bertahap, sesuai dengan anjuran dari Kementerian Kesehatan.

Vaksin Anak Bukan Keharusan

Ditempat berbeda Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menegaskan. Langkah vaksinasi di kota ini bukan keharusan, namun ini merupakan himbauan dan ajakan untuk kepentingan herd immunity.

“Jadi vaksinasi kepada anak itu, bukan sesuatu yang wajib,” tandas Louhenapessy kepada wartawan di Balai Kota, Senin (30/8).

Lanjutnya, apabila ada orang tua yang berkeberatan terkait dengan pelaksanaan vaksinasi kepada ada mereka, itu tak menjadi masalah. “Kita juga tidak gegabah. Karena semua yang datang vaksin itu harus disertai surat keterangan ijin dari orang tua,” katanya.

Meski terjadi penolakan dari orang tua terkait dengan langkah yang diambil secara nasional ini, Louhenapessy mengakui banyak juga orang tua yang justru setuju.

“Tadi itu (red kemarin), ibu kadis beritahukan saya kurang lebih 1.500 orang tua yang sudah men­-daftarkan anaknya untuk melaku­kan vaksinasi,” ulasnya. (S-52)