AMBON, Siwalimanews – Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menangkis usulan Gubernur Maluku, Murad Isamil untuk membuka sekolah dan membiarkan anak-anak untuk melakukan aktivitas belajar-menagajar secara tatap muka.

Kondisi anak sudah harus dipersiapkan sebelum pemerintah mengelar belajar offline atau tatap muka, agar tidak menimbulkan klaster baru. “Itu yang saya mau kejar persiapkan kondisi anak-anak dulu,” tegas Richard kepada wartawan di Ambon, Jumat (27/8).

Katanya, apabila proses belajar tatap muka dilaksa­-nakan akan sangat sulit un­-tuk meminta anak-anak men­­-jaga jarak. Hal ini diya­kini, dapat berdampak besar pada penularan virus Covid-19.

“Anak-anak itu kan nggak bisa untuk jaga jarak, nggak bisa, mereka akan bersenda gurau, berpelukan mereka mungkin tidak akan pakai masker,” terangnya.

Virus itu tentu, bisa saja dibawa pulang lalu kemudian akan berjangkit kepada keluarga.  “Itu orang tuanya bisa kena, orang rumah ya bisa kena, opa-omanya bisa kena. Nah itu yang harus kita antisipasi jangan lagi menimbulkan masalah baru,” tegas Louhenapessy.

Baca Juga: Akademisi: Panja Harus Serius Bahas Masalah RSUD Haulussy

Bahkan dirinya membe­ber­kan, meski kebijakan tersebut diturunkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, namun di Maluku, khusus untuk Kota Ambon, tak termasuk daerah yang diwajibkan melaksa­nakan belajar tatap muka.

“Kebijakan Pak Menteri itu kan, sekarang ini ada 163 kota (Diijinkan melakukan belajar tatap muka). Di Maluku, itu Ambon belum termasuk,” tandas Louhenapessy. (S-52)