AMBON, Siwalimanews – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku memastikan beberapa sekolah di Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Aru belum bisa melaksakanan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun 2020 namun masih melaksanakan ujian nasional kertas pensil (UNKP).

“Memang masih ada sekolah yang tahun ini melaksanakan ujian nasional pakai pensil karena jaringan sama sekali belum bisa masuk didesa-desa itu,” ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Insun Sangadji, kepada wartawan, disela-sela Forum OPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Maluku, yang berlangsung di Hotel Golden Palace, Rabu (19/2).

Ia menjelaskan, kalau dinas sudah melakukan segala upaya agar di tahun 2020 semua sekolah SMA/SMK di Maluku ujian dengan menggunakan komputer.

“Kendala kita adalah jaringan listrik dan internet belum menjang­kau jaringan beberapa sekolah di Aru dan MBD,” terang Sangadji.

Untuk simulasi pelaksanaan tes mengunakan sistem komputer di 11 kabupaten/ kota, Sangadji mengaku bangga karena hampir semua sekolah sudah siap.

“Rata-rata hasil simulasi pelaksanan UNBK berlangsung bagus. Lampu dan jaringan listrik serta internet sudah dikoordinasi­kan dengan Kominfo sehingga tidak ada masalah lagi,” ujarnya.

Menurutnya, sekitar 345 murid di Kabupaten MBD dan Kepulauan Aru belum bisa melaksanakan secara online.

“Bisa diharapkan kedepan tidak ada lagi sekolah yang melaksanaan UNKP tetapi semua sudah berbasis komputer,” tandasnya. (S-39)