Delegasi Kota Ambon yang diutus ke Konfrensi Tahunan XIV Jaringan Kota Kreatif Unesco di Santos, Brasil memaparkan memaparkan Sound of Green (SoG) atau bagaimana menyelaraskan musik dengan lingkungan ke dunia.

Pemkot Ambon menunjuk Sekretaris Agus Ririmasse, Direktur Ambon Music Office, Rhony Loppies dan staf sebagai perwakilan dalam kegiatan berlangsung dari 18 hingga 22 Juli tersebut.

Delegasi dari kota-kota anggota jaringan bertemu secara langsung setelah dua tahun lamanya konfrensi ini ditiadakan akibat pandemi Covid-19.

“Konferensi ini menawarkan kesempatan untuk memperkuat hubungan antara kota-kota kreatif dari seluruh dunia dan berfungsi sebagai platform untuk merefleksikan tujuan strategis Jaringan Kota Kreatif yang sejalan dengan prioritas Unesco, dalam konteks global pasca pemulihan Covid-19,” Kata Direktur AMO selaku Focal Point Ambon City Of Musicdi Santos dalam paparannya.

Loppies mengaku dengan tema “Kreativitas, Jalan Menuju Kesetaraan”, konferensi tahunan ini berfokus pada peran budaya dan kreativitas dalam mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, serta dalam revitalisasi ruang perkotaan, terutama bagi kelompok perkotaan yang terpinggirkan.

Baca Juga: Pemkot Apresiasi Pemusnahan Miras

“Kick-off konferensi berupa pembersihan Pantai Gonzaga, untuk menekankan pentingnya mengambil tindakan nyata yang berdampak positif pada ekosistem perkotaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” terangnya.

Dalam kesempatan Panel Tematik Transversal yang mengangkat 6 tema prioritas Unesco yakni mendukung Afrika dan negara berkembang pulau kecil, memajukan kesetaraan  gender, memberdayakan pemuda, memperkuat aksi iklim, mendorong pemulihan pasca pandemi.

Selain itu juga lanjutnya mempromosikan teknologi dan inovasi, dan memperkuat kerja sama internasional melalui budaya dan inisiatif kreatif, delegasi Kota Ambon mempresentasikan tentang program SoG, music tourism dan kurikulum musik di sekolah.

“Presentasi yang dibawakan ini sejalan dengan tema yang diangkat, dimana kami mempaparkan peran musik dalam ekosistem pulau kecil yang memberikan pengaruh bagi budaya, kehidupan dan ekistensi Kota Ambon,” terangnya.

Loppies menambahkan dalam konfrensi ini telah dilahirkan 14 rekomendasi diantaranya menegaskan potensi ekonomi, sosial, lingkungan, budaya kreatif, serta perannya sebagai katalis pembangunan perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Kemudian menyoroti peran vital kota sebagai jaringan global dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, dan internasional; serta memperkuat upaya untuk mencari peluang kolaborasi lintas sektor dan lintas sektoral melalui acara, proyek pertukaran, dan inisiatif bersama di berbagai bidang kreatif.

Sementara itu, Sekkot Ambon, Agus Ririmasse mengaku bangga karena bisa hadir bersama delegasi, dalam rangka konfrensi tahunan Jaringan Kota Kreatif Unesco.

Menurutnya, kesempatan menghadiri event tahunan, merupakan hal yang sangat luar biasa dan membanggakan, karena Ambon menjadi salah satu wakil dari Indonesia.

“Ini mengangkat harkat dan martabat Kota Ambon sebagai kota musik tapi juga mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia,” tambahnya.

Sekot berharap kegiatan ini dapat dapat membawa hasil positif dalam pengembangan Ambon sebagai kota musik dunia.

“Semoga kedepan, Ambon juga bisa menjadi tuan rumah dari konfrensi tahunan jaringan kota kreatif Unesco,” harapnya. (S-09)