DOBO, Siwalimanews – Kepala Pengadilan Negeri (PN) Dobo, Alfian melantik Maju Purba sebagai Wakil Ketua PN Dobo, yang berlangsung di ruang sidang utama PN Dobo, Kamis (19/3).

Maju Purba sebelumnya menjabat sebagai Pembina Hakim Pratama Madya Pengadilan Kuningan.

Pelantikan Maju Purba sebagai Wakil Ketua PN Dobo berdasarkan Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 18/DJU/SK/KPO4.5/l/2020 tentang promosi dan mutasi Ketua, Wakil Ketua dan Hakim Pengadilan Negeri di Lingku­ngan Peradilan Umum

Pelantikan dihadiri oleh Kapolres Aru, AKBP Eko Budiarto, Danlanal Aru, Letkol Laut, Sahatro Silaban, Sekda Aru, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aru, Panca Sakti, Muhamad Jumpa (mewakili bupati) serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Alfian meminta kepada Wakil Ketua PN Dobo yang baru mengatakan, agar masalah pe­negakan hukum di Pengadilan Dobo ini unik khususnya masalah hukum perdata dan ini berbeda pada wila­yah lainnya, seperti Kalimantan, Su­matera ataupun Jawa dan Sulawesi.

“Kenapa saya katakan demikian, karena untuk masalah hukum per­data di Pengadilan Dobo ini, ada masalah hukum perdata petuanan laut dan ini unik, dan tidak ada di tempat lain,” katanya.

Dikatakan, untuk daerah Maluku ini ada di kenal desa adat yang ke­depannya sangat diharapkan peme­rintah daerah dapat membuat pera­turan tentang kelembagaannya, ka­rena jujur, masalah hukum perdata yang dihadapi ini sangat unit de­ngan masalah petuanan laut.

“Diharapkan agar pa Wakil Ketua PN Dobo betah dalam melaksanakan tugasnya disini dengan baik,” ujarnya.

Sementara, jika bapak ibu yang hadir saat ini melihat situasi pengam­bilan sumpah dan pelantikan sepuh, karena kondisi pegawai PN Dobo hanya 15 orang dan ini kondisi kita.

Kurangnya pegawai kita, me­nyebabkan pada kondisi tertentu bisa rangkap jabatan, seperti pani­tera muda pidana bisa menjadi lagi sebagai panitera pengganti yang kerap terlihat duduk di belakang mejelis hakim ketika sidang.

Bahkan ada salah satu bidang yang sama sekali tidak anggota, seperti bagian keuangan  hanya satu orang dan ini kondisi PN Dobo.

“Jumlah tenaga kita memang terbatas karena ketika ada yang ditugaskan disini tidak mau datang, kemarin kita mendapatkan tenaga ITE dari pusat, dia mengundurkan diri.

Sehingga pa sekda kebetulan ha­dir, saya sampaikan Dobo ini banyak di perkenalkan ke luar, sehingga banyak orang mengenalnya sehing­ga mereka ketika ditempatkan di sini, mereka sudah tahu Dobo atau Aru ini seperti apa, itu harapan saya ke depan,” katanya. (S-25)