AMBON, Siwalimanews – Hujan deras yang te­rus turun sejak Sabtu (6/6) membuat ruas jalan trans Seram longsor dan nyaris putus, Minggu (7/6).

Longsor terjadi di jem­batan Waile, Dusun Kusu-kusu Desa Latu, Kecamatan. Amalatu Kabupaten SBB sekitar pukul 12.05 WIT, sehingga jalan trans Se­ram yang menghubungkan Kabu­paten SBB dengan Masohi, Kabu­paten Maluku Tengah lumpuh.

Aktifitas kendaraan, baik roda empat dari Kairatu menuju ke Kota Masohi maupun sebaliknya terhenti.

Jalur yang longsor hanya bisa diakses oleh kendaraan roda dua. Namun harus dibantu oleh warga setempat.

Warga sekitar dibantu aparat TNI dan Polri membangun jembatan darurat dari kayu dan batang pohon kelapa agar kendaraan bisa melintas.

Baca Juga: Pemkab Bursel Terapkan New Normal di Masyarakat

Proses pembuatan jembatan daru­rat dari batang kelapa dilaku­kan cukup cepat sejak 13.00 sam­pai dengan pukul 17.00 WIT. Dan saat ini jalan sudah bisa dilintasi kendaraan bermotor.

Kepala BPDB Maluku, Henri Far-Far ketika dikonfirmasi Siwalima di Kantor Gubernur Maluku, Minggu (7/6) membenarkan kalau terjadi longsor yang membuat akses jalan lintas Seram nyaris lumpuh.

“Ketika longsor, akses masya­rakat sempat terputus, namun sekarang sudah bisa diakses se­telah dibangun jembatan darurat oleh warga sekitar,” terang Far-Far.

Longsor di ruas jalan itu terjadi karena intensitas hujan yang sa­ngat tinggi dalam dua hari terakhir di Maluku khususnya di Pulau Seram dan Pulau Ambon.

“Sungainya meluap sehingga terjadi longsor di jembatan Waile, namun sekarang sudah bisa di akses masyarakat,” katanya.

Far-Far juga mengaku. curah hujan yang cukup tinggi, terjadi longsor yang menyebabkan jalan Tehoru Laimu di Negeri Tehoru, Kabupaten Malteng terputus pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 10.25 WIT.

BPBD Kabupaten Maluku Tengah bersama Pemerintah Negeri Tehoru melakukan koordinasi dengan Balai Pelaksanan Jalan Nasonal XVI Ambon untuk melakukan pembersihan material longsor.

Meterial longsor sudah berhasil dibersihkan dengan menggunakan alat berat. “Saat ini jalan sudah bisa dilalui oleh kendaraan,” kata Far-Far. (S-39)