AMBON, Siwalimanews – Hingga saat ini, tercatat sebanyak 510 anak di Kota Ambon yang mengalami stunting.

Kepala Dinas PPKB Kota Ambon Jualiana W Patty menjelaskan, ada lima penyebab terjadinya stunting di Kota Ambon, yakni  rendahnya pendapatan keluarga, kurangnya asupan makanan bergizi dan kalori, jumlah anggota keluarga yang banyak dalam satu keluarga, sanitasi, asupan gizi dan ASI eksklusif.

“Yang terbanyak dari penyebab itu, adalah soal pendapatan keluarga yang rendah. Itu tercatat sebanyak 201,” ungkap Patty kepada wartawan di Ambon, Rabu (16/11).

Dari lima kecamatan di kota ini kata Patty, ditemukan ada 510 anak yang stunting, terbanyak di Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon dan ini penyebabnya adalah soal pendapatan keluarga, dimana tercatat sebanyak 201 keluarga/anak.

Selain itu, penyebab stunting akibat sanitasi, tercatat sebanyak 110, kemudian sisinya dari pola asuh orang tua. Interfensi pemerintah terkait persoalan itu yakni, melakukan sosialisasi, sebab sebenarnya, ada anak-anak orang berada yang juga mengalami stunting, dan itu ternyata dikarenakan soal pola asuh yang tidak benar.

Baca Juga: Bukti Profesional Kerja, Polres Tanimbar Menang Pra Peradilan

Yang mana, pemberian makanan yang tidak bergizi bagi anak, seperti  setiap hari mengikuti kemauan anak untuk memakan makanan seperti mie instan dan sejenisnya.

“Makanan-makanan itu kan dianggap tidak baik bagi tubuh. Sehingga terkait kondisi itu, kami tidak serta merta lalu memberikan bantuan sembako bagi masyarakat. Tetapi bagaimana memberikan pemahaman akan pentingnya memberikan makanan bergizi bagi anak,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Patty juga membeberkan, bahwa penyebab stunting juga diakibatkan soal rendahnya pendapat keluarga, yang mana tercatata sebanyak 201 keluarga/anak yang mengalami stunting, akibat rendahnya pendapatan keluarga.

Sedangkan soal asupan makanan bergizi, itu tercatat ada 110 anak, dan rendahnya pemberian asi eksklusif.

“Jadi terkait kondisi ini, kita gandeng Dinkes untuk terus berikan pemahaman dengan cara melakukan sosialisasi,” tuturnya.

Dari data stunting tersbeut tambah Patty, tersebar pada lima kecamatan terbanyak, berada di Desa Laha. Namun diantaranya, ada beberapa desa/negeri, yang sudah dinyatakan bebas stunting, seperti Waihaong, Amahusu, Mangga Dua, Galala dan Amantelu.

“Dengan adanya desa/kelurahan bebas stunting, maka angka ini akan terus menurun per tahunnya, walaupun memang masih banyak jumlahnya di tahun ini,” pungkasnya.(S-25)