AMBON, Siwalimanews – Sejak hari pertama dibuka, Senin (3/5) sedikitnya ada 45 remaja usia dibawah 17 Tahun yang terdaftar untuk mengikuti seleksi sebagai calon pemain Jong Ambon FC.

Seleksi yang dipusatkan di Lapangan Kompi B Rider 733 Masariku di Desa Waiheru, Kecamatan teluk Ambon, itu akan dibuka 3-11 Mei 2021.

Kadispora Kota Ambon, Ricard Luhukay dalam sambutannya saat membuka seleksi tersebut memberikan apresiasi terhadap niat dan komitmen dari manajemen Jong Ambon FC, terutama Bung Rhony Sapulette, yang telah menghadirkan club ini di Kota Ambon dan Maluku secara keseluruhan.

“Hari ini, adalah momen yang luar biasa. Untuk meningkatkan prestasi anak-anak muda Maluku dibawah usia 17 Tahun. Kita berterima kasih kepada presiden yang telah menghadirkan klub ini. Apalagi ditengah pandemi seperti ini, namun tetap memberikan kontribusi yang luar biasa bagi peningkatan prestasi persepakbolaan khususnya di Kota Ambon dan Maluku,” ujar Luhukay.

Luhukay berharap, dengan seleksi ini akan memunculkan bakat dan skill terbaik anak-anak Maluku untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Ambon dan Maluku secara keseluruhan.

Baca Juga: Pegawai Kanwil Kemenkumham Jalani Vaksinasi

“Saya yakin yang datang hari ini adalah yang terbaik, namun dalam seleksi nanti, akan ada yang paling baik dari yang terbaik yang akan terpilih, dan saya harap itu tidak mengendorkan semangat dan motifasi peserta dalam mengasah skill dan kemampuan dalam olahraga sepak bola,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Jong Ambon FC Rhony Sapulette mengatakan, seleksi yang digelar ini untuk persiapan mengikuti kompitisi U-17 pada bulan Agustus mendatang, dan selanjutnya untuk kompitisi liga 3 di tahun 2022 nanti.

“Tapi untuk event itu, mungkin ada program yang dibuat oleh pelatih dan manajer berkaitan dengan mencari pemain untuk masuk dalam liga 3. Target Tahun ini, untuk U-17. Jadi saat ini, kita fokus untuk U-17. Setelah itu ada konsep yang dibuat oleh pelatih dan manager untuk melakukan seleksi lagi bagi pemain yang mengikuti liga 3 dimana usuainya 23 tahun,” jelas Sapulette. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan bagi pemain U-17 yang profesional, juga bisa dilibatkan dalam kompitisi liga 3.

Sehubungan dengan itu, agar tidak membias kecurangaan terhadap pihak lain, maka manajemen telah mendatngkan dua pelatih profesional dari Jakarta yakni Isman Jasulmei dan Arif Rizalludin. Hal ini dilakukan agar penilaiannya tidak subjektif dan profesional.

“Saya jamin soal profesional dalam proses seleksi ini. Nantinya dari proses seleksi itu 25 pemain terbaik akan dipilih untuk dibina oleh manajemen Jong Ambon FC. (S-32)