AMBON, Siwalimanews – Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menggelar program Walikota Jumpa Rakyat di Negeri Hatalai usai melantik Saniri Negeri, Rabu (31/1).

Walikota di Hatalai memboyong hampir seluruh pimpinan OPD. Hal itu bertujuan agar aspirasi yang disampaikan masyarakat bisa dijawab langsung oleh OPD terkait.

Pada kesempatan itu, warga Hatali mengeluhkan lampu jalan di negeri mereka yang sudah puluhan tahun tak berfungsi. Untuk itu mereka berharap dengan adanya kehadiran walikota dan jajarannya dapat melihat masalah tersebut.

Selain itu mereka juga menginginkan agar jalan dalam Negeri Hatalai dialihkan statusnya menjadi jalan kota. Hal itu bertujuan agar pemerintah bisa mananganinya apabila jalan tersebut rusak.

“Jalan tersebut dibuat dan diperbaiki dengan menggunakan ADD. Jadi kita minta kiranya jalan di Hatalai ini bisa dialihkan ke jalan Pemerintah kota Ambon, “ungkap perwakilan warga Hatalai.

Baca Juga: DPRD Pertanyakan Dasar Kelulusan 15 peserta Seleksi PPPK di Damkar

Aspirasi lain yang disampaikan juga yaitu keinginan adanya gedung untuk dijadikan sanggar seni budaya, kemudian pelatihan tinju bagi anak-anak muda, mobil khusus untuk mengangkut anak-anak sekolah hingga pada masalah gedung puskesmas pembantu yang sudah tidak layak pakai lagi.

Mendengar aspirasi tersebut, Walikota mengarahkan agar Kadis PU untuk sesegera mungkin meninjau lampu-lampu jalan yang sudah tidak berfungsi untuk diganti dengan yang baru.

“Pak Kadis PU, kalau bisa sore ini arahkan bawahannya untuk segera tinjau lampu-lampu jalan itu lalu diperbaiki, “pinta walikota.

Sementara untuk gedung pastori, walikota mengarahkan agar ketua panitia pembangunan memasukan proposal kepada pemerintah kota, sehingga hal itu dapat tertangani, sebab sangat disayangkan jika pastori bagi pendeta yang sudah 13 tahun dibangun belum juga selesai.

Kemudian untuk penyediaan gedung sanggar, nantinya diarahkan bagi raja untuk segera membentuk sanggar seni kemudian melihat gedung atau lokasi yang bisa dipakai sebagai tempat bagi anak-anak menyalurkan bakat mereka dibidang musik.

“Memang kita tahu bersama bahwa anak-anak itu sulit kalau mau kesekolah karena terkendala dengan angkutan. Untuk itu, pak kadis nanti ajukan permintaan ke pusat siapa tahu bisa dapat melalui DAK, ” ujar walikotaa.

Sedangkan untuk Puskesmas Pembantu yang tidak layak pakai, Wattimena mengarahkan agar kepala Dinas Kesehatan untuk menangani persoalan tersebut. Sebab hal itu juga menjadi kebutuhan penting masyarakat di Negeri Hatalai.

Pada kesempatan itu walikota juga berjanji akan meninjau lokasi di Pasar Mardika untuk nantinya akan ditempati oleh ibu-ibu Papalele.

Apa yang telah disampaikan oleh pedagang papalele juga sudah disampaikan oleh warga di negeri lain di Kecamatan Leitimur Selatan, sebab mereka sering diusir oleh petugas.

“Memang untuk mama-mama Papalele ini kita sudah terima aspirasi juga dari negeri lain di Kecamatan Leitimur Selatan maupun dari Kecamatan Nusaniwe. Untuk itu, saya janji secepatnya akan turun tinjau lokasi di Pasar Mardika bersama dinas terkait, sehingga jika nantinya ada lokasi, maka para pedagang papalele akan menempati lokasi itu,” janji walikota.

Usai mendengar serta menjawab seluruh aspirasi masyarakat, walikota kemudian menyerahkan paket sembako bagi warga Hatalai yang berhak menerimanya. (S-29)