AMBON, Siwalimanews – Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena meminta kepada para saniri untuk ikut membantu pemerintah negeri melayani masyarakat.

Saniri merupakan perpanjangan tangan pemerintah kota di tingkat desa negeri, yang memiliki tanggung jawab mengawasi, pada prinsipnya sama-sama menye­lenggarakan pemerintahan.

“Lakukan pelayanan kepada masyarakat dengan baik dan harus saling membantu dalam upaya mendukung kerja pemerintahan,” ingat walikota saat melantik saniri Negeri Kilang di Balai Kota, Senin (2/10).

Selain melantik saniri Negeri Kilang, walikota juga melantik per­gantian antar waktu saniri Negeri Latuhalat, Urimessing dan Badan Permusyawaratan Desa Negeri Lama dan Poka.

Pemerintah kota lanjutnya tidak mencampuri urusan adat yang ber­laku pada negeri masing-masing, namun diharapkan ada kesadaran sehingga prosesnya dapat berja­lan dengan baik.

Baca Juga: Dandim: Pancasila Jadi Kekuatan Bangun Bangsa

“Semua kita terpanggil melak­sa­nakan tugas dan tanggung jawab. Karena itu, laksanakan tugas se­suai dengan ketentuan,” pesannya.

Walikota mengaku tidak akan segan-segan memberikan tinda­kan apabila ada saniri yang tidak melaksanakan tugas dengan baik. “Jika tidak kita bisa mengambil langkah mendisiplinkan jika tidak sesuai. Untuk itu pesan saya, da­lam melaksanakan tugas, perlu saling berkoordinasi,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tim percepatan yang telah bekerja keras kepala bagian pemerintahan dan seluruh jajaran, yang telah berkontribusi untuk menghadirkan badan  saniri negeri dan BPD ini.

Delapan Negeri

Sampai saat ini juga masih ada delapan negeri di Ambon yang belum memiliki raja definitif yakni Batu Merah, Passo, Naku, Seilale, Tawiri, Hative Besar, Amahusu dan Rumah Tiga.

“Ini yang sementara kita dorong untuk segera berproses,” ujar Pen­jabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, kepada wartawan, di Balai Kota, Senin (2/10).

Tugas pemerintah menurutnya hanya memfasilitasi, prosesnya berlangsung di tingkat desa atau negeri.

“Prosesnya masih berlangsung di tingkat negeri lewat saniri, kami tidak campur itu, kami hanya bisa mengadvokasi, memberikan pe­ma­haman-pemahaman kepada mereka,” katanya.

Terkait dengan Negeri Naku, ia mengaku akan segera dilantik dalam waktu dekat. (S-25)