AMBON, Siwalimanews – Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena memastikan, kelangkaan minyaak tanah yang terjadi belakangan ini, bukan karena keterbatasan stok, namun dikarenakan keterlambatan distribusi dari agen ke setiap pangkalan mitan.

Kepastian ini diketahui, setelah pemkot melalui Disperindag turun langsung ke setiap pangkalan untuk mengeceknya, dan diketahui setiap pangkalan ini telah melakukan deposit atau pembayaran ke agen melalui bank, sehingga ketika proses itu telah dilakukan, dans etiap pangkalan hanya akan menunggu proses penyalurannya.

Untuk sistem penyaluran mitan yakni, setiap pangkalan melakukan deposit/pembayaran ke agen melalui bank, selanjutnya agen akan melakukan penyetoran ke Pertamina dan kemudian, armada milik setiap agen melakukan distribusi ke setiap pangkalan, proses inilah yang sering kali terjadi keterlambatan.

“Yang terjadi, hanyalah soal keterlambatan dalam proses penyaluran, namun belum diketahui, apakah dari agen ke pangkalan menyangkut setoran, ataukah soal waktu penyalureannya yang lama,” ujar walikota.

Untuk mengetahui hal itu kata walikota, Disperindag pada, Kamis (1/9) sudah panggil setiap agen dan beberapa pangkalan serta pihak Pertamina untuk mengkonfirmasi kondisi tersebut, dan sesuai pernyataan Kepala Cabang Pertamina Ambon, bahwa stok mitan cukup, bahkan telah terjadi penambahan kuota 10 persen, sehingga pendistribusinya, sesuai kuota.

Baca Juga: Tiga Terdakwa Kasus ADD Tawiri Divonis Bervariasi

“Setelah saya perintahkan Disperindag untuk sidak, ternyata banyak pangkalan yang sudah bayar, tapi mitannya belum diantar, jadi terputusnya disitu. Terkait dengan itu, saya minta Indag rapat koordinasi dan pastikan suplay mitan segera dilakukan. Jadi pada prinsipnya, stok tersedia dan cukup. Saya minta Indag harus pastikan penyaluran tidak terhambat. Jadi agen yang terlambat salurkan ke pangkalan. Saya minta rapat untuk selesaikan keterlambatan,” ujarnya. (S-25)