AMBON, Siwalimanews – Guna mewujudkan Ambon Kota Smart, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mendorong setiap desa, negeri, dan kelurahan dapat mengahadirkan inovasi-inovasi baru terkait dengan pendaya guna teknologi dalam kehidupan masyarakat.

“Di era sekarang ini kita ada pada sebuah era dimana ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan ciri kehidupan kita dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Digitalisasi merupakan, sebuah kata kunci untuk mengejar ketertinggalan kita,” ungkapnya kepada wartawan di balai Kota Ambon, Selasa (2/3)

Oleh karena itu, katanya, masyarakat harus dapat beradaptasi dengan keadaan tersebut, sebab apabila tidak ada penguasaan teknologi di era digitalisasi maka Kota Ambon sebagai ibukota provinsi dapat tertinggal jauh dari kota/kabupaten lainnya di  Maluku.

“Tidak ada pilihan lain kecuali beradaptasi dengan kebutuhan teknologi,” tandasnya.

Louhenapessy mengungkap­kan, untuk mewujudkan Kota Ambon yang smart, masyarakat dituntut harus moderen, oleh sebab itu kecerdasan dalam mengoperasikan teknologi sangat dipentingkan.

Baca Juga: Rumah Warga Talaga Pange Ludes Dilalap Api

“Pintar dalam konteks bukan cerdas saja, tapi pintar itu dalam konteks yang pertama, pelayanan prima, inovasi, terbuka, ini ciri dari pada sebuah masyarakat moderen. Pelayanan publik merupakan kata kunci yang pertama, yang kedua adalah inovasi dan yang ketiga adalah terbuka,” jelasnya.

Walikota berharap, kedepan dengan Negeri Rutong sebagai contoh terkait dengan pengem­bangan teknologi, maka hal ini akan dicontohi oleh 30 negeri adat, 20 kelurahan dan 12 desa yang ada di Kota Ambon dengan memberdayakan setiap potensi yang dimiliki.

“Jadi para kepala desa, raja jangan irih hati, jangan cemburu, untuk bisa membuat lain lagi, ino­vasi-inovasi lain lagi untuk kepen­tingan penyelenggaraan pemerin­ta­­han ya semuanya bermuara untuk kepentingan masyarakat,” harapnya. (S-52)