AMBON, Siwalimanews – Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena geram, karena banyak bantuan kepada nelayan disalahgunakan oleh masyarakat.

Bahkan bantuan peralatan itu ada yang dijual dan keuntungannya dibagi-bagi.

“Menjadi catatan kolektif. Ada banyak ketika pemerintah berikan tidak digunakan sebagaimana mestinya untuk kepentingan peningkatan produktivitas, tetapi malah sebagian dijual dan hasilnya dibagi-bagi,” kesal Walikota.

Diakui pemberian bantuan merupakan pemberdayaan masyarakat seperti ini sudah banyak dilakukan bukan oleh pemerintah saja, tapi juga oleh gereja maupun lembaga lainnya.

“Kurangnya pengawasan menjadi kendala sehingga batuan menjadi mubazir,” terangnya saat menyerahkan bantuan kepada 15 kelompok nelayan yang dipusatkan di Pantai Galala, Selasa (23/1).

Baca Juga: Sinkronkan Seluruh Kebijakan Daerah dengan Pempus

Bantuan yang diberikan pemerintah berupa mesin dan alat tangkap serta GPS kepada kelompok nelayan Kota Ambon.

“Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, ibu kadis nanti terus dibantu dan dievaluasi. Buat surat kepada kades atau raja supaya juga turut memantau. Kalau ada kedapatan menjual seperti itu maka negeri atau desa tidak akan dibantu lagi,” tegas Walikota.

Orang nomor satu di Kota Ambon itu mengungkapkan tujuan penyerahan bantuan ini, agar dapat meningkatkan pendapatan nelayan. Dengan demikian masyarakat miskin di Ambon akan semakin berkurang.

Lanjutnya pemkot tidak berharap nanti diberi sesuatu, tetapi bantuan dapat dimanfaatkan untuk pendapatan.

“Itu harapan kami,” tegasnya.

Dirinya menandakan, bantuan ini bersifat stimulan sebab sebelum diberikan bantuan para nelayan juga sudah menggantungkan hidupnya dari mencari ikan.

“Artinya hasil pancing yang diperoleh itu semakin meningkat. Kita harapkan program ini akan terus dilakukan oleh pemkot melalui dinas terkait, supaya membantu para nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan,” tandasnya.

Sementara itu Kadis Perikanan Kota Ambon Febrian Maail dalam laporannya menyampaikan penyerahan bantuan ini dibiayai oleh APBD tahun 2023.

“Bantuan yang diberikan kepada masyarakat berupa 15 unit motor tempel 18 PK, 15 paket pancing tonda. Dimana masing-masing kelompok mendapatkan satu unit kapal pancing tonda dan perlengkapan pancing hingga alat GPS,” jelasnya.(S-29)