PIRU, Siwalimanews – Wakapolres Seram Bagian Barat (SBB), Kompol Akmil Djapa  memimpin doa bersama memohon kepada  Allah SWT untuk menjauhkan masyarakat Indonesia terkhusus masyarakat di Bumi Saka Mese Nusa dan anggota polisi dari musibah virus corona atau Covid 19.

Doa bersama yang dipimpin Wakapolres SBB ini usai melakukan shalat magrib berjama’ah yang dipimpin Imam Masjid Al-Iqhodul Himan Polres SBB Kasat Lantas Iptu I. Lating, belum lama ini.

Shalat magrib berjama’ah oleh aggota Polres SBB yang saat itu diilhami Kasat Lantas sekaligus doa bersama ini, dilakukan dalam rangka kegiatan bimbingan rohani dan mental (Binrohtal) Polres SBB.

“Kegiatan Binrohtal ini Polres SBB rutin melaksanakannya  pada setiap malam Jumat oleh anggota Polisi yang beragama muslim. Hal ini dilakukan  guna meningkatkan iman dan taqwa, sekaligus berdoa memohon kepada Allah SWT untuk menjauhkan masyarakat dari wabah virus Covid-19 ini,” ungkap Wakapolres SBB, melalui pesan  WhatsApp, kepada Siwalima, Sabtu (21/3).

Disisi lain, kata dia, kegiatan ini selain untuk mendekatkan diri pada yang maha kuasa dan memupuk rasa keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT juga meningkatkan kesadaran dan membentuk karakter yang dapat menarik simpati dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga: 18 WNA Asal Tiongkok di SBT Dalam Kondisi Sehat

Kata Djapa, kegiatan ini juga sebagai wadah untuk membentuk karakter anggota untuk menjadi lebih humanis dalam melayani masyarakat, sehingga citra Polri menjadi lebih baik dengan harapan dalam pelaksanaan tugas dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan tugasnya.

“Tujuan dilaksanakan kegiatan Binrohtal bertujuan positif bagi anggota Polri untuk memberikan ceramah tauziah kepada setiap anggota agar menjadi lebih baik serta menjadi alat control diri,” katanya.

Ia juga menambahkan, dengan kegiatan Binrohtal ini dirinya juga memberi dorongan kepada anggota  Polisi agar jangan meninggalkan shalat dimanapun bertugas.

“Saat menjalankan tugas harus mendekatkan diri kepada Allah SWT serta religius dan tidak boleh arogan, tidak menakuti masyarakat, dan mengajak masyarakat untuk selalu menabur kebaikan dan kedamaian. (S-48)