AMBON, Siwalimanews – Curah hujan yang tinggi di sebagian besar wilayah Maluku Tengah, mengaki­bat­kan, dua sungai yang melintasi Negeri Haruku, Wai Ira dan Wai Memi me­luap hebat.

Amukan dua sungai itu Sabtu (30/7) sekitar pukul 03.00 dini hari, diakibatkan curah hujan ti­nggi yang terus melanda wila­yah Maluku Tengah.

Luapan dua sungai itu diper­parah dengan banyak material berat seperti pohon kayu hingga bebatuan yang ikut terbawa dan kemudian menerjang rumah warga.

Tiga buah rumah warga ha­nyut ditelan banjir, 150 lainnya tergenang dan tak bisa ditempati sementara, 50 diantaranya rusak berat.

Menurut Camat Pulau Haruku, Khalid Latuconsina, banjir itu diakibatkan meluapnya air mele­wati tanggul pengaman sungai Wai Ira setinggi empat meter.

Baca Juga: Jafar Kwairumaratu Resmi Jabat Sekda SBT

“Rumah yang terendam sebanyak 150 unit terdiri dari 100 rusak ringan, 50 rusak berat dan jumlah warga yang sementara mengungsi seba­nyak 750 orang. Baik ada di rumah warga lain atau mengungsi di kantor desa,” kata Latuconsina sebagai­mana kepada Siwalima.

Tak hanya rumah warga, sejumlah infrastruktur seperti jalan dan jem­batan hingga talud pantai juga ikut rusak.

“Satu buah jembatan rusak berat, jalan raya dan talud pantai kurang lebih 100 meter serta 1 unit bangu­nan TK rusak berat,” terangnya.

Ditambahkan Latuconsina, petu­gas masih terus melakukan penda­taan dan mengidentifikasi kerugian dari dampak banjir di lokasi.

“Saat ini tidak ada korban jiwa dan air banjir di Haruku sudah surut,” ujarnya.

Latuconsina memastikan saat ini kondisi Negeri Haruku sudah kem­bali normal dan banyak warga yang sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Saat kejadian warga memang meninggalkan rumah mereka. Namun sampai dengan sore kemarin, air su­dah mulai surut. Sehingga tidak ada­nya titik pengungsian akibat ben­cana Sabtu kemarin itu,” ujarnya.

Menyinggung soal kerusakan ma­terial dari banjir itu, Latuconsina menjelaskan, data yang dimiliki pihaknya masih sementara.

Dia merincikan sesuai data se­mentara yang diperoleh dari Peme­rintah Negeri Haruku, 50 unit rumah rusak berat, 100 rumah lainnya rusak ringan dan 3 unit rumah dilaporkan hilang terbawa banjir.

“Data yang kami peroleh saat ini sifatnya sementara sesuai laporan Pemerintah Negeri Haruku. Jadi yang tergolong rusak berat ada sekitar 50 unit rumah, 100 lainnya mengalami rusak ringan serta 3 unit rumah dila­porkan hilang,” rincinya.

Selain itu, lanjut Latuconsina, talud penahan ombak sepanjang 100 meter juga roboh.

“Sedangkan untuk fasilitas umum berupa satu unit bangunan sekolah TK di Negeri Haruku juga mengalami rusak berat,” jelas dia.

Kirim Bantuan

Terpisah, Kepala BPBD Malteng, Latief Key menegaskan, pihaknya sudah mendapat laporan dan sejak Sabtu kemarin telah bersiap menuju lokasi.

“Sejak kemarin tim awal telah bergegas ke Haruku dan hari ini tim lainnya dengan bantuan logistik sudah bergerak ke lokasi,” ujarnya kepada Siwalima, Minggu (31/7).

Terkait kerusakan rumah warga, Latif mengaku tim perlu melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pastinya.

“Betul ada rumah yang rusak tapi untuk memastikan jumlahnya itu harus ada tim yang analisa kategori kerusakannya bagaimana, jadi nanti di cek dulu biar kita tahu jenis ke­rusakannya bagaimana,” ungkap­nya.

Aboru dan Rohomoni

Bukan hanya Negeri Haruku yang dilanda banjir dan tanah longsor, tapi Negeri Aboru dan Rohmoni di Pulau Haruku, juga mengalami hal serupa.

Kejadian itu diakibatkan hujan dan angin kencang melanda Pulau Ha­ruku, sejak Jumat (29/7) malam hingga Sabtu  (30/7) siang.

Kapolsek Haruku, Iptu Julkisno Kaisupy menyatakan hujan deras membuat debit air meningkat dan melampaui tanggul penahan sungai, hingga masuk ke rumah warga di Negeri Rohomoni.

Bahkan jembatan di Sungai Kami­nyan Wae ikut rusak dan pohon tumbang juga terjadi di jalan dari Negeri Rohomoni menuju Negeri Haruku.

“Kita mendata di Negeri Roho­moni ada sekitar 60 rumah warga terendam banjir,” ujar Kapolsek pada wartawan, Sabtu (30/7) malam.

Sedangkan untuk di Negeri Aboru, sungainya juga meluap cu­kup deras.

Sehingga jembatan yang berada di dalam kampung mengalami rusak dan satu unit rumah juga rusak berat.

“Saat ini tindakan yang kita ambil membantu masyarakat untuk mem­bersihkan material banjir dan longsor di tiga negeri di Kecamatan Pulau Haruku,” pungkasnya.

Namun demikian, Kapolsek me­mastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana alam ini.

“Situasi sementara aman terken­dali dan anggota Polsek bersama BPBD Malteng dan masyarakat masih bahu membahu bersihkan material banjir dan longsor,” tan­dasnya.(S-17/S-10)