AMBON, Siwalimanews – Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno mengatakan, sebagaimana paguyuban atau organisasi sosial kemasyarakatan lainnya yang ada di daerah ini, eksistensi Ikatan Keluarga Besar Teon Nila Serua (IKB TNS) juga merupakan modal sosial dalam pembangunan daerah ini.

Hal ini dikarenakan, modal sosial merupakan norma informal yang memiliki kemampuan untuk mendorong kerjasama, kolaborasi dan saling percaya antar anggota masyarakat Maluku.

“Melalui momentum pelantikan IKB TNS Provinsi Maluku ini, saya minta agar IKB TNS bukan saja dapat meningkatkan eratnya semangat kekeluargaan secara internal, tetapi juga dengan masyarakat lainnya yang ada di daerah ini. Semoga keberadaan I TNS kedepan benar-benar berdaya dan berhasil guna, sebagai modal sosial pembangunan di Provinsi Maluku,” ungkap Wagub, dalam sambutannya saat menghadiri Pelantikan Badan Pengurus Wilayah (BPW) IKB TNS Provinsi Maluku periode 2022-2027, yang berlangsung di Baileo Oikumene, Sabtu (16/7).

Wagub juga berpesan melalui pesan leluhur orang Maluku yang berbunyi “Potong Di Kuku Rasa Di Daging dan Sagu Salempeng Di-Pata Dua”, dirinya berharap agar filosofi dari pesan moral yang telah menjadi kearifan lokal kita orang Maluku ini, dapat dipegang teguh untuk kiranya dapat menjadi persatuan dan kesatuan, kekeluargaan dan solidaritas.

“Sebagai sesama anak Malu­-ku, saya juga mengajak seluruh pengurus IKB TNS maupun seluruh masyarakat Maluku, agar senantiasa menjaga dan merawat kerukunan orang basudara yang hakiki dalam semangat pela gandong. Marilah kita memberikan keteladanan, bagaimana hidup berdampingan dengan rukun bersama masyarakat lainnya,” ajaknya.

Baca Juga: Alumnus Kepamonganprajaan Harus Memiliki Jiwa Pengayom

Dirinya yakin, warga IKB TNS akan menjadi contoh paguyuban yang bisa bersahabat dan berkolaborasi dengan saudara saudara kita dari suku dan etnis lain di daerah ini, yang merupakan satu kesatuan masyarakat yang bersama-sama menginginkan hidup berdampingan dengan aman dan kondusif.

Ketua Umum BPP IKB TNS Levina Litaay mengajak warga TNS untuk melek teknologi memanfaatkan peluang untuk meningkatkan perekonomian dan taraf hidup,mengingat potensi sumberdaya alam TNS yang melimpah.

“Tidak hanya seni tari dan musik, masyarakat Teon Nila Serua juga memiliki hidangan kuliner bernama “Inasua” yang merupakan salah satu kearifan lokal saat ini telah diakui sebagai warisan budaya tak benda banga buatan Indonesia Aroma Maluku,” katanya.

Ketua IKB TNS  Provinsi Maluku, Junus Jefry Ukru mengajak IKB TNS bisa bermitra secara strategis dengan pemprov membangun Maluku lebih maju dan lebih baik.

Dikatakan dengan semangat Uknu Moritari yang menggam­barkan kehidupan sosial yang nyata dalam budaya orang TNS, hendaknya dimplementasikan dalam kehidupan sehari dilingkungan masyarakat.

“Saya berharap tidak hanya kebudayaan TNS yang yang menjadi mozaik keberagaman masyarakat di Maluku, tetapi juga masyarakat TNS dapat jadi bagian turut membangun dan menjaga Maluku,” pintanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Samuel Patra Ritiauw dalam laporannya mengatakan, menyongsong pelaksanaan pelantikan BPW IKB TNS Provinsi Maluku, panitia telah melaksanakan siaran di Pro 4 RRI Ambon pada 21 Juni, serta kemudian aksi bersih lingkungan di RT 01/RW 001 Kelurahan Batu Meja pada 2 Juli. Sementara pada prosesi pelantikan dirangkai dengan eksebisi kuliner makanan TNS, kumpul orang basudara TNS serta pemberian bantuan pendidikan bagi anak-anak TNS yang berada di Kota Ambon. (S-08)