AMBON, Siwalimanews – Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan sekolah tatap muka di kota ini masih belum dapat berjalan, lantaran jumlah anak dan remaja dengan cakupan usia 12-17 tahun baru 10,1 persen atau 3.369 yang baru tervaksinasi.

“Kita punya anak-anak sekolah ini kan kurang lebih baru 10 persen 3.000 sekian, dari target kurang lebih 33.000,” kata Louhenapessy, kepada wartawan di Ambon, Rabu (25/8).

Katanya, meski kebijakan terkait dengan belajar tatap muka telah dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Namun, tetap akan disesuaikan dengan keadaan di daerah.

Oleh sebab itu, pihaknya masih belum berani untuk membua kembali sekolah dan menjalankan proses belajar mengajar secara ofline atau tatap muka. “Saya berharap Juga supaya ini sekolah juga dia dilaksanakan dalam bentuk ofline, tatap muka. Tapi idealnya, kalau memang ini kita punya anak-anak dia sudah vaksin. Kan guru-guru sudah vaksin,” katanya.

Lanjutnya, apabila seluruh siswa di kota ini telah divaksin khusus untuk siswa Sekolah  (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah vaksin seluruhnya, maka resiko penularan akan sangat kecil.

Baca Juga: Wakil Ketua DPR  Terima Laporan Kemiskinan Tinggi di Maluku

“Resiko keterpaparnnya itu akan jauh lebih kecil,” tandas Louhenapessy.

Dirinya berharap, proses vaksinasi anak dan remaja dapat mencapai targe dalam jangka waktu dua bulan. Agar, pihaknya dapat mengeluarkan kebijkan baru untuk proses belajar tatap muka di kota ini.

“Kalau itu oke, nah kita akan ambil kebijakan baru lagi untuk sekolah-sekolah itu. Intinya supaya jangan sampai ini (sekolah tatap muka) dia berdampak pada ini anak-anak dan keluarga,” pungkas Louhenapessy.

Untuk diketahui, perhitungan target sebanyak 33.000 ini diperuntukkan hanya kepada siswa SD dan SMP. Sebab, untuk SMA menjadi tanggung jawab penuh oleh Pemerintah Provinsi Maluku. (S-52)