SAUMLAKI, Siwalimanews – Universitas Lelemuku Saumlaki menyiapkan perangkat pendukung untuk membantu pemerintah mengatasi tingginya angka kekesaran perempuan dan anak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Rektor IV Bidang Kerja sama, Hukum dan Komunikasi Publik Unsela, Cartes Asbit Rangotwa mengaku pihaknya telah membentuk satu satuan tugas guna melakukan pencegahan serta penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Arahan Rektor agar Satgas Unlesa segera menyiapkan perangkat pendukung dalam melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual baik di kampus maupun di masyarakat luas,” terang Rangotwa.

Menurutnya tugas satgas seperti penyiapan SDM sesuai bidang tugas, pembekalan bagi satgas sebelum turun ke lapangan dengan berbagai kegiatan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Selanjutnya satgas segera melakukan rapat kerja untuk menyiapkan pedoman pencegahan dan penanganan kekerasan seksual utamanya terhadap korban kekerasan, serta merumuskan berbagai program kerja

Baca Juga: HL Apresiasi PT Adhi Karya dalam Pembangunan IKN

“Ini upaya Unlesa untuk membantu pemerintah daerah kepulauan Tanimbar dalam menekan angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Tanimbar yang saat ini lagi tinggi dapat turun,” tegasnya.

Sebagai universitas kebanggaan Tanimbar satu-satunya di Saumlaki lanjutnya pihaknya harus memastikan bahwa anak-anak sebagai penerus masa depan daerah dan bangsa, maupun kaum perempuan yang melahirkan generasi dapat terlindungi.

“Warga negara sebagaimana yang dijamin oleh Konstitusi kita UUD 1945, maupun perundangan-undangan di bawahnya,” tandasnya.

Satgas PPKS Unlesa lanjutnya pentingnya berkolaborasi dengan Pemda khususnya Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Karena kerja-kerja pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di Tanimbar dapat dilakukan dengan baik agar tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Tanimbar dapat menurun,” tandasnya.(S-26)