PENJABAT Walikota Ambon, Bodewin Wattimena memberikan apresiasi atas pelantikan Pengurus Sanggar seni “Putilesi” Negeri Nusaniwe, yang dilakukan di Bukit Paralayang , Dusun Eri, Sabtu (18/2).

Dikatakan, sanggar seni yang terbentuk atas inisiatif TP-PKK ini, dapat menjadi faktor pemicu semangat dan motivasi bagi masyarakat negeri adat untuk berbuat memajukan negeri dan Kota Ambon lewat peran masing-masing.

“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada TP-PKK Negeri Nusaniwe yng berinisiatif membentuk sanggar Putilesi. Nama sanggar ini yang artinya  air yang jernih memberikan gambaran bahwa kita punya berbagai macam cara untuk menghargai adat istiadat budaya dimana kita berada,” ujar Wattimena.

Dikatakan, dalam eksistensi Kota Ambon yang telah diakui UNESCO dalam jaringan kota kreatif berbasis musik, tentunya keberadaan sanggar seni sangat berperan guna menunjukan bahwa kota ini memang layak menjadi kota musik.

“Sanggar mestinya berperan, paling tidak dalam seni budaya sehingga mampu menunjukan kepada dunia luar bahwa memang kota ini layak sebagai kota musik. Kalau UNESCO suda memberikan pengakuan maka tanggung jawab bukan saja pemerintah tapi seluruh masyarakat mengembangkan potensi  dan branding Kota Ambon tersebut,” katanya.

Baca Juga: Sentral Kelautan Perikanan Terpadu Siap Dibangun di MBD

Dirinya berharap, Sanggar Seni Putilesi dapat mempersiapkan diri dalam menampilkan atraksi dalam menyukseskan event-event nasional (Kejurnas) Paralayang akan dilaksanakan di bukit Paralayang, Dusun Eri Negeri Nusaniwe.

Senada dengan itu, Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena dalam sambutannya usai melantik para pengurus berharap Sanggar Seni Putiresi dapat memberikan energi positif bagi masyarakat dan dapat mengembangkan segala potensi dan bakat seni yang dimiliki oleh masyarakat Negeri Nusaniwe dalam berbagai bidang seni.

“Sanggar ini ada didalam nauangan TP PKK negeri sehingga harus dapat berkolaborasi dan bekerja sama dengan baik dalam melaksanakan 10 program pokok PKK di Negeri Nusaniwe,” katanya. (S-25)