AMBON, Siwalimanews – TNI Angkatan Laut tak pernah kenal menyerah untuk mencegah dan menangkal Covid-19.

Bahkan TNI AL dalam hal ini Lantamal IX Ambon terus konsisten menggelar vaksinasi bagi masyarakat maritim di Maluku yang dipusatkan di area Rumkital dr FX Suhardjo  Lantamal IX Ambon, Senin, (16/8).

Kali ini sasaran utama kegiatan ini, bagi remaja berusia 12 sampai dengan 17 tahun, meskipun demikian, usia diatas 18 tahun masih tetap dilayani. Untuk proses pelaksanaan vaksin, para remaja cukup dengan menunjukkan kartu keluarga untuk dilakukan verifikasi data.

Kegiatan ini melibatkan 15 tenaga vaksinator dan pendukung, dengan target 150 orang, Lantamal IX bertekad untuk mencegah dan memotong mata rantai Covid-19 menuju Maluku sehat.

Danlantamal IX Kolonel Marinir Said Latuconsina, melalui Karumkital dr FX Suhardjo Letkol Laut (K) Bambang Teguh Hariyoso mengaku, akan memaksimalkan pemerataan vaksinasi di wilayah kerja Lantamal IX, yang kali ini juga menyasar remaja usia 12 sampai dengan 17 tahun.

Baca Juga: Special HUT RI, Polda Maluku Tetap Layani Vaksinasi Covid

“Hal ini sesuai dengan instruksi Kasal Laksamana TNI Yudo Margono untuk berjuang dan saling bahu membahu dalam percepatan penanganan Covid-19, terutama bagi masyarakat maritim,” ucap Karumkital.

Ia berharap, seluruh masyarakat mengerti bahwa setelah disuntik vaksin pada tubuh, maka akan memicu sistem kekebalan untuk menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus corona secara spesifik.

Dengan begitu, jika sewaktu- waktu tubuh terserang virus corona, sudah ada antibodi yang bisa melawannya dan masyarakat akan semakin tumbuh kesadaran untuk tidak takut melakukan vaksinasi, karena vaksin dapat memberikan pertahanan dan perlindungan dari berbagai penyakit infeksi yang berbahaya, terutama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid -19.

“Kita semua mempunyai tanggung jawab untuk terus melakukan komunikasi sosial, mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 6M, seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas dan melaksanakan vaksinasi,” himbau Karumkital. (S-32)