AMBON, Siwalimanews – Panitia kerja (Panja) DPRD Maluku meninjau langsung RSUD Haulussy dan menemukan banyak masalah. Namun belum mengambil kesimpulan karena akan meminta hasil audit rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Maluku ini.

Ketua Panja RSUD dr M Haulussy Benhur G Watubun membenarkan temuan tersebut. kata dia, pihaknya belum mengambil kesimpulan dari berbagai masalah yang ditemukan.

“Memang benar kita on the spot hari Jumat (24/9). Banyak masalah yang kita dapati, tapi kita belum bisa berkesimpulan, karena kita butuh klarifikasi,” ungkap Watubun saat dihubungi Siwalima melalui telepon selulernya, Sabtu (25/9).

Dikatakan, sebelum Panja mengambil langkah maka pihaknya akan terlebih dahulu melakukan  pendalaman terhadap semua temuan yang ada sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Nanti setelah itu kita akan minta hasil audit dari pihak RSUD sebagai dasar untuk kita melakukan telaah, dan langkah terkait dengan proses pembenahan,” ucap Watubun.

Baca Juga: Desa Pasinalu tanpa Rumah Kumuh

Menurutnya, Panja sengaja melakukan on the spot pada waktu siang hari, guna melihat kedisiplinan para pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk waktu visitasi dokter, pelayanan yang diberikan serta upah dan honor perawat.

Tak hanya itu, Panja juga menemukan adanya tenaga medis honorer yang sudah bekerja selama 5 tahun dan upahnya dibawah upah tenaga security.

“Terkait upah ini kita akan lakukan konfirmasi dengan baik dan meminta klarifikasi dari menejemen RSUD dr Haulussy,” janji Watubun.

Politisi PDIP Maluku ini menegaskan, setelah semua permasalahan ini diklarifikasikan oleh pihak manajemen rumah sakit, maka Panja akan kembali melakukan on the spot untuk melihat pelaksanaan di lapangan.

Namun yang pasti Panja RSUD Haulussy akan mengeluarkan rekomendasi banyak hal yang perlu dibenahi oleh pihak RSUD dr Haulussy, dalam rangka perbaikan dari aspek tata kelola, termasuk aspek infrastruktur. (S-50)