AMBON, Siwalimanews – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, tingkat kepatuhan masyarakat di seluruh daerah dalam melaksanakan 3 M yaitu, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak  masih belum optimal.

Selain itu, tingginya mobilitas masyarakat, baik didalam maupun antar daerah yang rawan, menjadi penyebab penularan, apalagi bila menyebabkan kerumuman massa. “Dari data yang ada, kedisiplinan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sudah cukup baik, namun bila mobilitas antar daerah masih tinggi, maka kecenderungan kenaikan kasus positif tetap ada,” jelas panglima dalam rapat evaluasi PPKM skala mikro melalui video conference (vicon), yang diikuti Pangdam XVI/ Pattimura Mayjen TNI Jeffry A Rahawarin, dan dipusatkan di ruang Puskodalops Dam XVI/Pattimura, Ambon, Selasa (25/5).

Panglima dalam rapat secara virtual yang juga dihadiri oleh Ka­sad, Kasal, dan Kasau serta, seluruh jajaran TNI di gedung Persada Lanud Halim Perdana Kusuma, Ja­karta Timur menyampaikan, Presi­den RI Joko Widodo memberikan apresiasi sangat tinggi kepada prajurit TNI yang telah melaksana­kan tugas sebagai pengawas proto­kol kesehatan, menjadi vaksinator dan juga tracer pasien Covid-19.

“Hingga saat ini, PPKM Skala Mikro masih menjadi strategi utama pemerintah untuk mengen­dalikan pandemi Covid-19. Strategi ini diterapkan, berdasarkan pertim­bangan untuk melaksanakan pem­-batasan sosial di skala komunitas yang kecil,” ungkap panglima sebagaimana rilis yang disampai­kan Pendam XVI/Pattimura kepada Siwalima, Rabu (26/5).

Panglima TNI mengatakan selama kurang lebih satu tahun, TNI telah melaksanakan operasi pendisiplinan protokol kesehatan serta operasi lainnya untuk mendukung kebijakan Pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Baca Juga: ACT Desak PBB Hentikan Konflik Israel & Palestina

“Saya mengucapkan terima kasih atas semua upaya dan kerja keras yang telah dilakukan dalam pelaksanaan operasi penegakkan protokol kesehatan, mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai saat ini yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro,” ujarnya.

Katanya, situasi saat ini menjadi perhatian Presiden Joko Widodo saat memimpin Ratas pada Senin, (24/5) dan Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan PPKM Mikro dan melakukan langkah 3T secara cepat dan tepat.

“Untuk itu saya perintahkan kepada jajaran TNI agar melaksanakan koordinasi dengan Polri dan instansi samping terkait, khususnya Kemenhub dan Kemenkes, untuk melaksanakan penyekatan serta isolasi WNI maupun WNA yang datang dari luar negeri di titik-titik kedatangan luar negeri, terutama di Dumai dan Cilacap,” jelas Panglima TNI.

Selain itu, Panglima TNI juga meminta kepada seluruh jajarannya untuk merubah strategi dalam pendisiplinan protokol kesehatan. Menurutnya, selama ini mungkin masyarakat merasa hanya sebagai obyek, menjadi sasaran operasi pendisiplinan.

“Kita ubah strategi komunikasi dan pendekatan sehingga masyarakat menjadi subyek, merasa disiplin protokol kesehatan itu sebagai kebutuhan perorangan,” ucapnya.

Panglima TNI berharap, agar data kepatuhan 3M disetiap provinsi untuk dipublikasikan ke media. Titik beratnya adalah daerah yang memiliki kepatuhan tinggi seperti Bali, harus menjadi contoh bagi daerah yang lainnya.

Hal ini terbukti bahwa peran serta TNI dalam mendukung PPKM dan penerapan kepatuhan 3M di seluruh Provinsi, bisa meningkatkan kepatuhan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, sehingga dapat menekan angka kenaikan Covid-19,” pungkasnya.

Tampak hadir pejabat utama Kodam XVI/Pattimura, mendampingi Pangdam pada acara vicon dengan Panglima TNI diantaranya, Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Samuel Hehakaya, Asops Kasdam XVI/Pattimura Kolonel Inf  Mochamad Arief Hidayat dan Kakesdam XVI/Pattimura Kolonel Ckm dr. Bima Wisnu Nugraha. (S-19)