AMBON, Siwalimanews  – Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku terkesan menutupi tiga pedagang yang positif versi rapid test.

Terungkapnya tiga pedagang yang positif dikemukakan oleh Direktur RSUD dr M Haulussy dr Rita dalam rapat koordinasi antara DPRD Maluku dengan gugus tugas yang berlangsung di ruang sidang utama Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, Senin (4/5).

Apa yang dikemukakan dr Rita dalam rapat tersebut kini jadi viral di berbagai grup Whats App, bahkan ada yang mulai mengingatkan keluarganya untuk tidak berbelanja di Pasar Mardika dan Batu Merah, lantaran takut keluarga mereka yang yang terinveksi.

Bahkan adapula yang mengatakan, bahwa tim gugus tidak transparan, dan ingin korbankan masyarakat kecil dengan membiarkan pedagang yang positif berjualan di pasar.

Jika tim gugus jujur kemungkinan bukan hanya tiga pedagang ini saja, mungkin rata-rata sebagian besar pedagang di pasar itu sudah terinveksi dan ini akan berakibat fatal serta menjadikan bom waktu bagi Kota Ambon kedepan.

Baca Juga: Pasein Kasus 23 Minta Maaf ke Masyarakat Buru

Direktur RSUD dr M Haulussy dr Rita saat dikonfirmasi Siwalimanews, Selasa (5/5) membenarkannya, bahwa ada tiga pedagang di pasar yang hasil rapid testnya bereaksi positif.

“Iya saya ungkapkan tiga pedagang positif rapid test itu dalam rapat koordinasi di DPRD Maluku kemarin,” ungkap dr Rita.

Saat ditanya, mengapa baru dilaporkan dalam rapat tersebut, dr Rita mengaku, semua itu sudah dilaporkan, untuk lebih lanjutnya tanyakan saja ke pihak gugus tugas.

“Saya sudah laporkan itu, silahkan tanya saja ke gugus tugas, karena semua itu harus satu pintu,” ujarnya.

Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury yang dikonfirmasi Siwalimanews di Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, Selasa (5/5) juga membenarkan, bahwa dalam rapat koordinasi yang dilakukan secara tertutup tersebut dr. Rita selaku Direktur RSUD M Haulussy mengungkapkan bahwa ada tiga pedagang di pasar yang hasil repid tesnya positif.

“Iya dalam rapat itu dr Rita sampaikan bahwa ada tiga pedagang di pasar yang positif hasil rapid testnya,” ungkap Wattimury.

Untuk itu, dalam rapat tersebut kata Wattimury DPRD telah menginstruksikan kepada gugus tugas untuk secepatnya mengambil langkah cepat dan tegas untuk mencari orang-orang yang pernah bersentuhan dengan ketiga oknum pedagang tersebut, agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Maluku dan Kota Ambon pada khususnya.

“Kita sudah instruksikan untuk tim gugus secepatnya ambil langkah untuk cari orang-orang yang pernah kontak dengan ketiga oknum pedagang ini, sebab banyak orang yang datang ke pasar. Untuk itu saya percaya kepada Dinas Keehatan atau tenaga medis karena dewan tidak punya kemampuan untuk lakukan hal itu,” ujar Wattimury.

Dijelaskan,  apa yang dialami saat ini adalah bukti kekuatiran, karena begitu banyak orang yang setiap hari datang ke Pasar Mardika.

DPRD sendiri telah menyampaikan beberapa pikiran ke gugus tugas untuk mengambil langkah dalam menghadapi persoalan seperti ini.

“Kalau ini  tidak dilakukan maka akan lebih parah lagi,” ujarnya.

Ditambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh hari ini, Selasa (5/5) tim gugus provinsi bersama kota turun untuk mencari orang-orang yang pernah kontak dengan ketiga pedagang tersebut . (Mg-4)