DOBO, Siwalimanews – Kapolres Aru AKBP Eko Budiarto menghimbau kepada masyarakat agar tahun mudik kali ini tiadakan.

Mudik merupakan fenomena tahunan menjelang Hari Raya besar keagamaan di Indonesia, terutama saat Hari Raya Idul Fitri, Natal dan lainnya. Namun, dengan adanya wabah corona virus, maka mudik tahun ini dapat saja menimbulkan masalah.

“Kenapa demikian sebab seluruh dunia kini tengah dilanda wabah Covid-19 yang persebarannya terjadi lebih cepat melalui mobilitas manusia,” ujar kapolres dalam himbauannya yang diterima Siwalimanews, di Dobo, Selasa (7/4).

Disisi lain, masyarakat menilai mudik adalah momentum terutama bagi para pekerja perantau yang sulit mendapatkan hari libur untuk berkumpul dengan keluarga.

“Mudik di hari raya Lebaran adalah peristiwa sosio kultural yang sudah menjadi tradisi di Indonesia. Ini karena nilai-nilai kekeluargaan dan kekerabatan yang sangat dijunjung tinggi masyarakat Indonesia,” jelas kapolres.

Baca Juga: Angka ODP Turun, PDP Bertambah di Maluku

Dikatakan, banyaknya perantau yang kemungkinan besar mengikuti tradisi mudik ini dikhawatirkan akan menjadi transmisi lokal Covid-19 bagi masyarakat desa terpencil.

Menindaklanjuti instruksi Kapolda Maluku Irjen Pol Drs Baharudin Djafar agar masyarakat tidak melaksanakan mudik guna mengurangi resiko penularan covid-19.

Untuk itu, kapolres menghimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah hukum Polres Aru dan jajarannya agar melaksanakan Physical Distancing yaitu dengan menjaga jarak, tidak berkumpul atau memobilisasi massa untuk mengurangi resiko tertular atau menularkan virus corona.

“Sayangi orang tuamu, keluargamu jangan sampai mereka menjadi korban covid-19, mari kita lawan dengan kita tinggal di rumah, selalu cuci tangan dengan hand sanitizer sebelum dan setelah melaksanakan aktivitas, jangan memegang wajah (hidung, mulut, mata) ketika tangan tidak bersih, jaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter, memakai masker jika flu, atau tutup dengan lengan bagian dalam pada saat bersin/batuk, keluar rumah apabila sangat perlu saja,” himbaunya.

Kapolres juga menyarankan agar masyarakat benar-benar mematuhi kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Kesehatan adalah segalanya bagi kehidupan, maka sebelum dan setelah melaksanakan aktivitas diingatkan agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri, akhirnya berimbas pada yang lain.

“Mohon agar dipatuhi kebijakan yang ditentukan, kita berharap semua ini segera berlalu. Jangan lakukan memegang wajah yaitu hidung, mulut dan mata, ketika tangan tidak bersih. Menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter, memakai masker jika flu atau tutup dengan lengan bagian dalam pada saat bersin/batuk, keluar rumah apabila sangat perlu saja,” pintanya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Kepulauan Aru AKP Florensius Teddy juga menghimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan mudik atau pulang ke kampung halaman dalam situasi pendemi covid -19 sekarang ini.

“Kita tidak tahu siapa yang berpotensi terpapar pada kerumunan orang, oleh sebab itu kita hindari dan jangan sampai kita menularkan dan tertular,” tandasnya.(S-25)