AMBON, Siwalimanews – Jumlah kasus Covid-19 di Maluku kian meningkat. Dalam tiga hari, sebanyak 183 orang dinyatakan positif terpapar virus berbahaya ini.

Penambahan kasus positif itu berasal dari Kota Ambon, Kota Tual, Malra dan Kabupaten Mal­teng. Terbanyak dari Kota Ambon.

Pada Jumat (4/9),  sebanyak 43 kasus. Semuanya dari Kota Ambon. Kemudian Sabtu (5/9) sebanyak 60 kasus. Disum­bang­kan dari Kota Ambon 56 kasus, Kota Tual 3 kasus dan Kabu­paten Malra 1 kasus.

Kemudian pada Minggu (6/9), terdapat 80 kasus. Lagi-lagi, Kota Ambon yang terbanyak dengan 72 kasus, dan Kabupaten Malteng 8 kasus.

“Jadi tiga hari ada 183 orang di Maluku yang terpapar virus corona,” kata Ketua Harian Gugus Tu­gas Covid-19 Maluku, Kasrul Se­lang dalam rilis yang diterima Siwalima, Minggu (6/9).

Baca Juga: Kepala BKD dan Karo Perbatasan Pemprov Positif Covid-19

Mereka yang positif terpapar Covid-19 di Kota Ambon pada Jumat (4/9), yakni perempuan inisial MFM (29), perempuan inisial MP (44), laki-laki inisial AET (37), perempuan inisial CC (47), laki-laki inisial MK (51), perempuan inisial PB (57), laki-laki inisial ML (57), laki-laki inisial SP (35), perempuan inisial SCE (33), laki-laki inisial HJS (56), laki-laki inisial  MAD (32) dan laki-laki inisial LA (52).

Kemudian perempuan inisial SDU (36), laki-laki inisial FUK (34), perempuan inisial RW (38), perem­puan inisial SP (48), perempuan inisial LSL (35), laki-laki inisial SL (5), laki-laki inisial ET (45), laki-laki inisial DAL (11), perempuan inisial TIT (17), laki-laki inisial JL (70), laki-laki inisial ICH (13), laki-laki inisial  RS (29), laki-laki inisial MH (37), laki-laki inisial HA (60), dan perempuan inisial FK (44).

Selanjutnya perempuan inisial LJK (18), laki-laki inisial  RL (33) laki-laki inisial BA (30), perempuan inisial DAD (10), perempuan inisial CNG (54) dan laki-laki inisial AMW (34), laki-laki inisial RJL (41), perempuan inisial FEH (42), perempuan inisial AS (27), perempuan inisial ASP (34), perempuan inisial HMT (49), laki-laki inisial  AA (50), perempuan inisial NW (44), perempuan inisial NIP (19), laki-laki inisial  EBM (16) dan laki-laki inisial GMH (44).

Berikutnya, pada Sabtu (5/9) masing-masing; perempuan inisial MML (29), laki-laki inisial KMS (47), laki-laki inisial MRT (29), laki-laki inisial  MS (35), laki-laki inisial  MDS (24), perempuan inisial SS (43), perempuan inisial II (49), laki-laki inisial RS (30), perempuan inisial AMS (54),  laki-laki inisial NJ (39) dan perempuan inisial CR (41).

Kemudian perempuan inisial TAM (37), laki-laki inisial OBS (56), laki-laki inisial APH (40), laki-laki inisial MRP (26), perempuan inisial RS (34), laki-laki inisial CWS (18), perempuan inisial CFT (7), perempuan inisial EB (29), perempuan inisial SAO (16), perempuan inisial MYL (22), perem­puan inisial  A (12), perempuan inisial MYL (51), laki-laki inisial CCM (19), laki-laki inisial EP (21), perempuan inisial DDK (40), dan laki-laki inisial P (48).

Selanjutnya, laki-laki inisial  FKP (51), laki-laki inisial VMS (42), laki-laki inisial  RN (20), perempuan inisial HN (39), laki-laki inisial HCS (28), perempuan inisial MYR (8), perem­puan inisial AO, perempuan inisial DNA (20), perempuan inisial LM (43), laki-laki inisial JRR (25), laki-laki inisial FGJ (26), perempuan inisial GS (17), perempuan inisial MDS (29), dan laki-laki inisial AN (3).

Selain itu, laki-laki inisial VAS (18), laki-laki inisial YS (17) laki-laki inisial ARS (33), perempuan inisial VTT (19), laki-laki inisial SSP (35), pe­rempuan inisial E (31), laki-laki inisial YS (41), perempuan inisial MT (38), perempuan inisial ASO (23), perem­puan inisial HK (49), perempuan inisial  AO (28), laki-laki inisial SO (59), perempuan inisial SRB (36), laki-laki inisial ZAB (26) dan perem­puan inisial JL (39).

Sedangkan pada Minggu (6/9) masing-masing; perempuan inisial SKO (32), laki-laki inisial AD (35), laki-laki inisial AD FF (21), perem­puan inisial NTK (35), laki-laki inisial AD, laki-laki inisial IAA (33), laki-laki inisial A (42), laki-laki inisial AS (33), laki-laki inisial RH (25), laki-laki inisial BAF (36), laki-laki inisial TNL (30), laki-laki inisial M (50), laki-laki inisial BK (22), laki-laki inisial LDP (39) dan laki-laki inisial ANR (47).

Berikutnya, laki-laki inisial T (48), laki-laki inisial S (48), laki-laki inisial MT (35), laki-laki inisial SS (40), laki-laki inisial ZH (41), laki-laki inisial DA (36), laki-laki inisial MI (33), laki-laki inisial NAI (28), laki-laki inisial R (24), laki-laki inisial AW (22), laki-laki inisial AK (24), laki-laki inisial S (43), laki-laki inisial NA (31), laki-laki inisial AT (54), perempuan inisial RJ (54), perempuan inisial MFT (56), perempuan inisial JMB (41), laki-laki inisial  MIH (40), laki-laki inisial MAW (30), perempuan insiail MS (55), laki-laki inisial JL (42), dan laki-laki inisial MH (41).

Kemudian laki-laki inisial R (41), perempuan inisial DT (44), laki-laki inisial  SS (26), laki-laki inisial RL (50), perempuan inisial NM (33), perem­puan inisial RAL (24), perempuan inisial MSS (41), perempuan inisial NAK (42), laki-laki inisial J (46), pe­rempuan inisial NKH (33), perem­puan inisial LST (25), laki-laki inisial J (35), laki-laki inisial RCL (11), pe­rempuan inisial RU (53), perempuan inisial ASP (49), perempuan inisial VH (26), perempuan inisial YNW (32), dan perempuan inisial WSA (25).

Selanjutnya, laki-laki inisial PS (16), perempuan inisial WYP (32), laki-laki inisial JA (34), laki-laki inisial JP (49), perempuan inisial VN (22), laki-laki inisial VAS (4), perempuan inisial NMS (4), laki-laki inisial IPI (45), perempuan inisial K (31), perempaun inisial VR (26), laki-laki inisial DL (55), perempuan inisial EP (25), perempuan inisial SF (20), perempuan inisial NM (32), laki-laki inisial NS (10), laki-laki inisial GL (61), laki-laki inisial MS (55) dan laki-laki inisial AR (66).

“Jadi dalam tiga hari bertambah 171 orang di Kota Ambon yang ter­papar sehingga jumlah terkonfirmasi  sampai saat ini sebanyak 1.689 ka­sus, 927 pasien sembuh dan 28 orang me­ninggal dunia,” terang Kas­rul.

Sementara penambahan kasus pada Sabtu (5/9), yakni dari Kota Tual sebanyak 3 kasus, masing-masing; laki-laki inisial ST (35), laki-laki inisial FT (34) dan laki-laki inisial LAS (51). Di hari yang sama juga ada penambahan satu kasus dari Kabupaten Malra yakni perempuan inisial JCR (45).

Sedangkan penambahan kasus pada Minggu (6/9) dari Kabupaten Malteng 8 kasus yakni laki-laki inisial SS (77), perempuan inisial AS (71), laki-laki inisial NEM (50), laki-laki inisial AKB (15), perempuan inisial BB (20), perempuan inisial RFT (25), laki-laki inisial MTH (25), dan perempuan inisial UAR (25).

“Secara keseluruhan didalam tiga hari ada 183 orang yang terpapar virus corona maka jumlah terkonfir­masi di Maluku sebanyak 2.144 ka­sus, 1.288 pasien sembuh dan 36 orang meninggal dunia,” ungkapnya.

Khusus Kota Ambon, Kasrul me­ngakui penerapan Pembatasan So­sial Berskala Besar (PSBB) transisi belum bisa membendung laju kasus Covid-19 di Kota Ambon.

“Hanya dengan disiplin protokol kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan, hindari kerumunan, kita memotong mata, kalau tidak, kasus terus akan naik,” tandasnya.

Ia menambahkan, mereka yang positif terpapar di Kota Ambon kini menjalani perawatan dan isolasi di Balai Diklat BPSDM, RSUP dr. Johanes Leimena dan sebagian lagi karantina mandiri di rumah.

Dua Meninggal

Dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia. Satu pasien meninggal di RSUD dr. M. Haulussy Ambon dan dan satu lagi di Rumah Sakit Bhayangkara.

Pasien kasus nomor 1.413 perem­puan inisial MA (52), warga Kota Ambon meninggal pada Sabtu (5/9) sekitar pukul 11.05 WIT. Sedangkan pasien laki-laki inisial AR (66)  meninggal pada Minggu (6/9) pukul 10.20 WIT.

“Jadi dalam dua hari ada dua pa­sien meninggal yakni inisial MA dan AR, sehingga jumlah pasien yang meninggal dunia akibat terpapar sebanyak 36 orang,” terang Kasrul.

Almarhumah MA dibawa keluar­ganya untuk menjalani perawatan di RSUD dr. M Haulussy pada 12 Agustus lalu dengan gejala covid. Setelah dilakukan pengambilan swab spesimen, dan dites dengan me­nggunakan metode TCM, almar­humah dinyatakan positif.

Karena dinyatakan positif, tim dokter RSUD dr M. Haulussy kemudian melakukan perawatan almarhumah di ruang isolasi Covid-19.

“Proses pemulasaran jenazah almarhumah dilaksanakan di RSUD dr. M. Haulussy, diawali dengan doa oleh pendeta dari GPM. Dan sekitar pukul 17.15 WIT, jenazah mening­galkan RSUD dr. M. Haulusy menuju ke TPU Desa Hunuth untuk dima­kamkan,” jelas Kasrul.

Sementara pasien AR (66), juga warga Kota Ambon meninggal di Rumah Sakit Bhayangkara pada pukul 10.20 WIT.

Korban dibawa keluarganya ke rumah sakit pada 5 September pukul 16.45 WIT. Sebelum meninggal dunia, tim medis telah melakukan pengambilan swab spesimen pasien untuk diuji dengan metode TCM di RSUD dr. M Haulussy.

“Hasil uji lab menyatakan pasien AR positif terkonfirmasi, namun nomor kasus belum dirilis,” ujar Kasrul.

Proses pemulasaran jenazah pa­sien AR dilaksanakan di RS Bha­yangkara yang diawali dengan doa oleh pendeta dari GBI Mawar Sha­ron, dengan keluarga berpakaian APD lengkap.

Sekitar pukul 20.30 WIT, jenazah meninggalkan Rumah Sakit Bha­yangkara menuju TPU Desa Hunuth. Sekitar pukul 21.30 WIT dilakukan proses pemakaman.

“Pemprov Maluku dan Gustu Covid-19 turut berbelasungkawa atas meninggalnya AR dan MA, Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan,” ujar Kasrul. (S-39)