AMBON, Siwalimanews – Belum taatnya masyarakat melaksanakan prokotol kesehatan yang disarankan pemerintah, status Kota Ambon sampai dengan awal tahun 2021 masih di zona orange, dengan total skor sebesar 2,07.

Untuk itu masyarakat meminta  mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) yang sudah ditetapkan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran covid.

“Pelaksanaan 3M itu dapat menghindarkan masyarakat dari bahanyan penyebaran Covid-19 yang masih marak terjadi,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Wendy Pelupessy.

Dinas kesehatan menurut Pelupessy tetap maksimal melaksanakan tugas pokok dan fungsi yaitu tracing, treatment dan tracking.

“Yang tugas Satgas Covid-19 itu adalah bagaimana mengedukasi masyarakat agar tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan sehingga bisa menurunkan angka penularan/penyebaran,” lapar Pelupessy kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Rabu (6/1).

Baca Juga: Walikota: Hati-hati Gunakan Dana BOS

Ketika dikonfirmasi terkait dengan naiknya angka kemanan Kota Ambon terbilang mulai menanjak, Pelupessy mengungkapkan, tentu ada hubungannya dengan angka skor zonasi yang sebelumnya di angka 1,97 dan sekarang masuk angka 2,07.

“Jadi Katong lihat dari positivity rate. Semakin turun positivity rate berarti katong punya skors semakin naik. Ada 3 indikator yang mempengaruhi yaitu positivity rate, angka kesembuhan dan angka kematian. Kalau angka kesembuhan tinggi tapi kalau angka kematian juga tinggi otomatis skors turun. Karena yang mempengaruhi besar itu angka kematian,”bebernya.

Lanjut Pelupessy, dari hasil evaluasi yang dilakukan sepekan ini, angka kesembuhan semakin baik, namun tentunya akan berpe­ngaruh apabila positif ratenza tinggi, dan tungkat penularan yang juga masih melambung naik.

“Tingginya tingkat penularan itu yang harus kita tekan dibawah 5 persen untuk indikator WHO. Kota Ambon positifity rate masih sekitar 20 persen, masih tinggi,” jelasnya.

Sehingga dirinya berharap melalui PSBB transisi yang terus berlanjut ini, dapat mengendalikan angka terkonfirmasi di Kota Ambon, serta angka kematian juga. Dirinya meminta agar masyarakat tetap menjalankan prokes dan tidak acuh terhadap aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Yang utama adalah protokol ke­sehatan, memakai masker, men­cuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, walaupun vaksinasi Covid-19 tetap protokol kesehatan harus tetap ada dan dijalankan, sebab vaksin hanyalah merupakan upaya pencegahan,” himbaunya. (S-52)