AMBON, Siwalimanews – Persidangan Sinode ke XXXVIII Gereja Protestan Maluku (GPM) segera digelar, namun Klasis Kota Ambon, sampai dengan saat ini belum memiliki figur untuk dicalonkan guna menjabat Ketua MPH Sinode periode 2021-2025.

Penegasan ini disampaikan oleh Ketua Klasis Kota Ambon pendeta Nick Rutumalessy, yang juga merupakan tuan rumah dari sidang Klasis yang akan digelar pada tanggal 7- 14 Februari mendatang secara virtual.

“Nah, memang pasti pada waktunya akan muncul sejumlah nama yang berkeinginan yang mencalonkan diri pasti. Tapi sampai hari ini belum terpantau siapa-siapa yang menguat,” terang Rutumalessy kepada Siwalima di depan Gedung Gereja Maranatha Ambon, Rabu (6/1).

Dibeberkannya, kandidat-kandidat kuat baru akan bermunculan setelah sidang Sinode berlangsung, dan bel terlihat dalam awal-awal masa persiapan sidang.

“Nggak, nggak ada yang dipersiapkan sama sekali tidak ada. Iya biasanya disaat hari H begitu akan muncul calon,” tandasnya.

Baca Juga: Kapolda: Ketertiban Lalulintas di Ambon Perlu Dibenahi

Dirinya menegaskan, meski ada calon yang sudah dipilih pun, panitia tetap tidak memiliki kewenangan untuk memberita­hukan itu kepada media.

“Iya memang, biasanya titik kulminasi dari persidangan sinode itu adalah soal pergantian kepemimpinan tapi sampai dengan hari ini sebagai panitia, kita tidak punya kewenangan untuk mempercayakan siapa figurnya artinya kita cuma diberi kewenangan untuk melakukan teknis persidangan,” tegasnya.

Dijelaskannya, proses persidangan nantinya akan dilaksanakan secara virtual mengingat sampai dengan saat ini, wabah Covid-19 masih belum usai di Kota Ambon, sehingga pelaksanaan protokol kesehatan harus terus dilakukan untuk menghindari munculnya klaster baru akibat dari kegiatan dimaksud.

“Itu akan mengambil tempat di dua lokasi yang satu Gereja Maranatha untuk peserta biasa dan peserta luar biasa akan mengambil tempat di Baileo. Nah, sistemnya akan kita hubungkan dengan mekanisme virtual,” ungkap.

Ketika disinggung, terkait dengan siapakah yang akan membuka sidang sinode yang akan diselenggarakan pada bulan depan tersebut, diakuinya sempat diusulkan menteri namun karena pertimbangan Covid-19, maka itu dirubah kembali oleh panitia pelaksana Sidang Sinode XXXVIII.

“Ya, rupanya semula kita merencanakan kemungkinan pak menteri tapi belakangan karena pertimbangan covid, jadi sidang sinode GPM tetap akan dibuka oleh pak ketua sinode, tetapi pak gubernur mungkin akan meresmikan pelaksanaannya. Jadi, ada dua momentum atau pembukaannya akan dilakukan oleh Ketua Sinode dan peresmiannya dilakukan oleh gubernur,” tandasnya.

Digelar Februari 2021

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Klasis GPM Kota Ambon menjadi tuan rumah dan akan berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Panitia siap melakukan tanggung jawab penting tanggal 7-14 Februari mendatang,” kata Ketua Panitia Sidang Sinode GPM ke-38, Toni Pariela kepada wartawan saat memberikan keterangan pers, didampingi Ketua Klasis Kota Ambon, Pendeta N J Rutumalessy, Rabu (16/12).

Pariela menjelaskan, sidang sinode ke-38 merupakan perwujudan dari konsolidasi gereja dalam kaitan dengan berakhirnya masa tugas Majelis Pekerja Harian Sinode GPM periode tahun 2015-2020.

Peserta yang akan hadir pada sidang sinode sebanyak 457 orang. Terdiri atas peserta biasa berjumlah 280 orang yang berasal dari 34 klasis. Masing-masing klasis sebanyak 8 orang, ditambah peserta luar biasa sebanyak 3 orang dari setiap klasis.

Selain itu, dari unsur Majelis Pekerja Harian Sinode GPM sebanyak 9 orang, ditambah dengan peserta luar biasa yang berasal dari badan pembantu dalam lingkungan sinode sebanyak 71 orang serta utusan GPM Jakarta dan unsur PGI.

“Sedangkan untuk urusan dari luar negeri kemungkinan besar tidak dapat hadir karena pandemi Covid-19,” ujar Pariela.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, kata Pariela, panitia telah menyusun SOP dalam mengimplementasi protokol kesehatan sejak peserta tiba di Kota Ambon, registrasi, penempatan di hotel maupun dalam aktifitas persidangan. “Tentu bekerjasama dengan satuan tugas penanganan Covid-19 Kota Ambon,” ujarnya lagi.

Pariela mengungkapkan, sebanyak 280 peserta biasa akan melakukan persidangan di Gedung Gereja Maranatha. Sedangkan peserta luar biasa akan mengikuti secara virtual dari Gedung Baileo Oikumene.

Lanjutnya, untuk sidang komisi-komisi akan berlangsung secara terpisah, dan telah disiapkan 9 gedung gereja untuk meminimalisir kerumunan.

Gedung gereja itu diantaranya Maranatha, Gereja Silo, Gereja Bethania, Gereja Josep Kam, Gereja Imanuel Karang Panjang, Gereja Hok Im Tong, Gereja Nazaret dan dan Gedung Gereja Syalom.

“Untuk mensukseskan sidang sinode ke-38 ini, panitia mendapatkan dukungan penuh baik dari Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon maupun seluruh klasis termasuk jemaatnya,” kata Pariela.

Sementara Ketua Klasis GPM Kota Ambon, Pendeta N J Rutumalessy mengatakan, panitia telah mempersiapkan dengan sungguh-sungguh penyelenggaraan sidang sinode. Setelah natal dan tahun baru, panitia dan seluruh jemaat memberikan konsentrasi penuh bagi pelaksanaan agenda gerejawi tersebut.

Ia menambahkan, sekretariat panitia sidang sinode yang saat ini berada pada gedung Klasis GPM Kota Ambon akan dialihkan ke area Gedung Gereja Maranatha.

“Kami pastikan peserta datang mengikuti rapid dari wilayah masing-masing dan kami berharap teman-teman klasis di sana untuk sungguh-sungguh membantu panitia mengatasi Covid-19,” ujarnya. (S-52)