NAMROLE, Siwalimanews – KPU Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menggelar Sosialisasi Pengembangan Sistem Sosial Dan pendidikan Pemilih yang berlangsung di halaman Kantor KPU setempat, Senin (25/10).

Ketua KPU Bursel, Syarif Mahulauw dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi yang dilakukan merupakan bagian dari respon terhadap partisipasi pemilih yang berada di bawah angka 70 persen.

Namun untuk Bursel, katanya, angka partisipasi sudah melebihi target, bahkan di Maluku, Bursel merupakan daerah yang partisi­pasinya tertinggi kedua setelah Kabupaten Maluku Barat Daya.

Keberhasilan peningkatan angka partisipasi pemilih ini menurut Mahulauw bukanlah kerja sama KPU semata, namun ini semua terjadi atas kerja sama yang baik dari semua elemen.

“Pemilihan sebelumnya, angka partisipasi dibawah 70 persen. Kali ini angka partisipasi di Bursel tertinggi setelah Maluku Barat Daya, yang partisipasinya 86 persen. Semua capaian ini atas kerjasama semua stake holder pada pileg dan pilkada tahun 2020,” tambahnya.

Baca Juga: Saniri Dalang Penetapan Matarumah Parentah Negeri Passo

Namun dirinya mengaku pada pilkada tahun 2024 ini, diprediksi akan ada banyak gugatan yang disampaikan ke MK sebab saat ini pemilih di Bursel sudah cerdas.

“Pemilihan tahun 2024 dalam prediksi kami cukup tinggi. Kami tidak lengah dan tetap siap untuk bersiaga kemungkinan terjadinya ada gugatan dan kami siap untuk itu,” paparnya.

Ketua Bawaslu, Umar Alkatiri dalam materinya banyak merincikan terkait temuan-temuan yang terjadi selama dan setelah hasil pilkada itu selesai. Ia juga mengungkit tentang tujuan pendidikan pemilih dan peningkatan literasi politik.

“Pendidikan pemilih adalah bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Sedangkan peningkatan literasi politik bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan hak politik yang baik dan benar,” paparnya. (S-35)