AMBON, Siwalimanews – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon sampai saat ini belum menutup lokasi reruntuhan Gedung Putih Pasar Mardika pasca pembongkaran.

Pantauan Siwalima, sampai saat ini masih banyak pedagang kaki lima yang menguasai lokasi reruntuhan bangunan untuk berjualan sedangkan sebagian lagi sudah dipindahkan ke Pasar Apung.

Keberadaan pedagang ini membuat kemacetan parah di jalan Pantai Mardika yang terjadi sejak pagi hingga sore hari. Hal ini juga membuat pedagang yang ditempatkan di Pasar Apung kehilangan pendapat mereka

“Masih ada pedagang lain yang berjualan di lokasi rerentuhan sehingga pendapatan kita turun drastis,” ungkap Pia pedagang Pasar Mardika kepada Siwalima, Senin (25/10).

Menurutnya, pihak Disperindag harus menutup lokasi tersebut, sebab sebagian besar pedagang Gedung Putih masih bertahan di lokasi itu.

Baca Juga: Sosialisasi Sistem Sosial Pemilih Digelar KPU

“Banyak pedagang masih berjualan pada area bekas Gedung Putih, sehingga pengunjung yang datang lebih memilih lokasi tersebut dari pada ke Pasar Apung,” ucapnya.

Alfi pedagang baju di kawasan Pasar Apung juga minta pihak Disperindag untuk secepatnya mengatasi masalah ini.

“Bagaimana kita mau jualan dengan baik, sementara pedagang Pasar Apung lainnya memilih lokasi yang lain untuk berjualan. Mereka yang untung, kita yang dirugikan, kalau terus-terusan dibuka, maka kita akan rugi apalagi ini sudah mendekati akhir tahun,” cetusnya.

Ia juga minta, Disperindag harus mengambil langkah tegas untuk menindak pedagang yang tidak berjualan di Pasar Apung yang sudah dibangun pemkot.

“Kasihan anggaran sudah dikeluarkan dengan begitu besar untuk lokasi pasar apung, namun masih banyak yang belum menempatinya,” tutur Alfi.

Pedagang Baju Jubaidah, juga meminta agar akses jalan masuk pada lokasi di pasar apung untuk diperlebar.

“Kita mau jalan masuk saja sangat sempit, karena ada pedagang cili dan tomat yang berjejeran di depan lokasi masuk,” imbuhnya. (S-51)