AMBON, Siwalimanews – Pemprov Maluku memu­tuskan, kebijakan terkait mudik gratis menjelang natal dan tahun baru untuk tahun 2020 ini ditiadakan.

Kepastian ini disam­pai­kan Kepala Bidang Perhu­bungan Laut Dinas Perhu­bungan Provinsi Maluku, Sandra Tarumaselly saat menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPRD Maluku  dalam rangka membicarakan persiapan natal dan tahun baru.

“Kegiatan mudik merupakan kegiatan rutinitas yang dilakukan setiap tahun. Jadi kebijakan mudik gratis natal dan tahun baru untuk tahun 2020 memang tidak ada,” tegas Tarumaselly.

Kata Tarumaselly, sejak awal Pemprov Maluku telah mengaloka­si­kan anggaran tetapi dengan adanya pandemi Covid-19 yang terjadi di Maluku, maka anggaran tersebut dirasionalisasikan.

Kebijakan ini juga berlaku sama pada saat mundik lebaran, saat itu tidak ada angkutan untuk mudik lebaran gratis, sehingga pada momen Natal dan tahun baru Pemerintah memutuskan untuk tidak ada mudik gratis agar ada keseimbangan.

Baca Juga: Disperindag Izinkan Satpol PP Tindak Pedagang Bandel

“Jadi kemarin untuk mudik le­baran juga tidak diselenggarakan dan untuk natal juga tidak dise­lenggarakan sehingga ada keseimbangan,” ujar Tarumaselly.

Until kesiapannya akan dilaporkan kepad aKepala Dinas Perhubungan Maluku untuk segera membuat rapat kordinasi kesiapan angkutan natal dan tahun baru 2020.

Kendati tidak ada kebijakan angkutan mudik gratis, tetapi Dinas Perhubungan akan mengantisipasi agar tidak tidak terjadi penyebaran Covid-19. Hal ini dikarenakan pada saat mudik lebaran penumpang sama sekali tidak diijinkan untuk menggunakan, tetapi hanya untuk barang sehingga tidak kemungkinan penyebaran covid-19 cukup kecil.

Namun, untuk angkutan natal sudah ada perubahan dimana penumpang sudah boleh naik angkutan walaupun harus memenuhi persyaratan protokol kesehatan salah satunya dengan mengantongi bukti rapid tes non reaktif.

“Jadi nantinya pada saat angkutan natal itu sudah pasti ada terjadi mudik, tetapi dengan adanya kondisi Covid-19 maka kondisinya tidak seperti tahun kemarin, dimana terjadi penumpukan penumpang yang sangat besar,” tandasnya. (S-50)