AMBON, Siwalimanews – Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon Max Siahay, menginstruksikan seluruh kader dan fungsionaris partai berlambang pohon beringin itu untuk mempertahankan kekuasaan.

Instruksi itu disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon dalam Rapimda sekaligus Rakerda Partai Golkar Kota Ambon, yang berlangsung di Mnaise Hotel, Rabu (10/8) dengan mengusung tema Sukses Konsolidasi, Menang Pileg, Pilpres dan Pilkada 2024.

“Sebagai pemenang pilkada 2017 dan pileg 2019, maka Partai Golkar Kota Ambon harus pertahankan untuk tahun 2024,” tegas Siahay.

Untuk mempertahankan kekuasaan di Kota Ambon kata Siahay, maka DPD Partai Golkar gencar melakukan konsolidasi di semua tingkatan organisasi, dengan melibatkan semua struktur partai, baik DPD, DPC, Pengurus Desa, serta ormas yang didirikan maupun ormas yang mendirikan Partai Golkar.

Partai Golkar Kota Ambon, tetap memperhatikan semua dinamika yang terjadi, namun telah menjadi harga mati bagi DPD, untuk tetap mempertahankan kekuasaan, baik kursi walikota maupun Ketua DPRD Kota.

Baca Juga: Polwan Polda Maluku Sosialisasi Dampak Kekerasan Seksual bagi Siswa SMA

Target mempertahankan kursi Ketua DPRD itu, akan dirancang dengan baik dalam rampida dan rakerda ini, dengan ketentuan, capaian kursi pada Pileg 2024 mendatang harus ditingkatkan dari empat kursi menjadi enam kursi

“Pileg 2019 lalu kita dapat empat kursi, dan dalam konsolidasi kita harus dapatkan enam kursi pada tahun 2024, itu harga mati dan jadi tanggung jawab semua kader,” ucap Siahay.

Siahay menegaskan, Partai Golkar tidak mentolerir kader yang terlibat dalam permasalahan hukum, sebab Golkar memiliki begitu banyak kader yang akan didorong menjadi calon anggota legislatif, agar target enam kursi di DPRD kota Ambon dapat dicapai.

Tak hanya Pileg, DPD Partai Golkar Kota Ambon juga akan all out melakukan pergerakan, guna memenangkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai Presiden RI 2024-2029 sesuai dengan keputusan munas ditahun 2020.

“Rakerda dan rapimda akan ini akan didengarkan aspirasi kader, terkait dengan bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Ambon, yang nantinya dapat dipertimbangkan oleh DPP Golkar dalam bentuk rekomendasi menjelang Pilkada Kota Ambon tahun 2024 mendatang.

Ditempat yang sama, Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku James Timisela dalam arahannya mengatakan, rakerda dan rapimda merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi, setelah musda yang mestinya merumuskan strategi, terkait dengan sikap politik dan dinamika di Kota Ambon.

Rapimda dan Rakerda ini juga harus mengimplementasikan keputusan munas dan rakernas, dimana salah satunya yakni, mengambil alih kepemimpinan nasional dengan memenangi perhelatan Pilpres, Pileg dan Pilkada di semua kabupaten dan kota.

“Untuk mempertahankan kekuasaan, maka butuh kerja keras melakukan konsolidasi dan sosialisasi, agar masyarakat lebih mengenal kadernya, sehingga bisa memberikan hak kepada calon yang diusung Golkar untuk memimpin,” jelas Timisela.

Pada kesempatan itu, Timisela juga meminta semua pengurus dan kader untuk menyudahi semua konflik internal yang terjadi, sebab untuk memenangkan pemilu butuhkan kesolidan dari semua kader dan simpatisan.

DPD Partai Golkar Maluku juga memberikan apresiasi kepada Golkar Kota Ambon yang telah menjalankan semua program kerja dengan baik, sehingga masyarakat telah mendapatkan sedikit perubahan dari sebelumnya.(S-20)