AMBON, Siwalimanews – Satuan tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon kini makin memperkatat penjagaan pada Pos Pementau di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, disebabkan banyak pelaku perjalanan sering memanfaatkan jalur tikus.

Pasalnya, petugas satgas tidak hanya ditempatkan pada pos induk seperti yang selama ini berjalan, namun petugas juga disebar ke beberapa lokasi yang sering dijadikan jalan tikus oleh para pelaku perjalanan dari Jazira Leihutu Kabupaten Maluku Tengah ke Kota Ambon.

Pantauan Siwalimanews pada pos ini, terlihat para pelaku perjalanan dari Leihitu yang kebanyakan adalah mahasiswa dan pekerja diperiksa satu persatu, bagi mereka yang dijinkan masuk adalah yang dapat menunjukan KTP dan surat kesehatan berbadan sehat.

Sementara yang tak miliki salah satu dari kelengkapan berkas ini, petugas dengan tegas memerintahkan mereka kembali. Kebanyakan dari para pelaku ini, ditahan saat hendak melintasi jalur tikus yang selama ini mereka lewati tanpa ada pemeriksaan.

“Jalan pintas ini biasa kami gunakan jika kita punya berkas tak lengkap. Jalan tikus ini melalui kawasan TPU Durian Patah nantinya tembus di depan SD Hunuth, itus ama saja dnegan kita sudah ada di dalam Kota Ambon, jadi kita tak diperiksa lagi,” ungkap Mudin salah satu warga Hitu yang ditahan petugas saat melewati jalur tukus tersebut kepada Siwalimanews di Pos Hunuth, Senin (10/8) .

Fadila salah satu mahasiswa asal Hitu juga mengaku, hari ini penjagaan masuk ke wilayah Kota Ambon khususnya di Pos Hunuth sangat ketat, membuat sejumlah mahasiswa asal Jazirah Leihitu terpaksa harus kembali pulang karena tidak memiliki kelengkapan persyaratan.

“Iya, saya tidak ada surat kesehatan, makanya disuruh kembali dan tak dijinkan masuk ke kota,” tandas Fadila.

Sementara itu Juru Bicara  DPP Hena Hetu, Rauf Pelu saat dikonfrimasi Siwalimanews minta kepada Pemkot Ambon melalui tim Satgas Covid-19 agar bisa memberikan sedikit kelonggaran ke mahasiswa asal Jazirah Leihitu.

“Kalau memang ada adik-adik kita yang mahasiswa kedapatan tidak bawa surat kesehatan, catat nama mereka dan kasih peringatan, supaya besok bisa dibuat. Jangan langsung dikasih pulang. Studi mereka itu penting,” tuturnya.

Menurutnya, Pemkot Ambon mengakui, bahwa penularan covid-19 saat ini cukup banyak, namun itu terjadi pada klaster baru yakni perkantoran, untuk itu hal ini yang perlu di evaluasi oleh pemkot.

“Perbatasan Leihitu, Leihitu Barat dan Salahutu diperketat, sementara di pasar dan perkantoran maupun mall di Kota Ambon diberi kelonggaran, hal ini yang harus dievaluasi, sehingga tidak jadi polemik di masyarakat,” usulnya. (Mg-5)