AMBON, Siwalimanews – Kapolda Maluku Irjen Lotharia Latif memberikan apresiasi atas dukungan para tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat serta penjabat desa Bombay yang secara sukarela menyerahkan pelaku penganiayaan yang memicu bentrokan antara Desa Bombay dan Elat di Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara beberapa waktu lalu.

Kapolda mengaku, penyerahan pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum, merupakan bentuk dukungan dari masyarakat setempat.

“Saya memberikan apresiasi kepada penjabat desa, ketua pemuda dan Pastor Desa Bombay yang telah menyerahkan pelaku bentrok kepada aparat kepolisian, apa yang telah dilakukan diharapkan dapat menjadi role model bagi desa-desa lainnya yang kerap terlibat bentrok di Maluku,” ujar Kapolda kepada wartawan di Ambon, Kamis (1/12).

Kapolda berharap, setelah ini jangan ada lagi bentrokan atas nama apapun. Bentrokan yang terulang kembali akan sangat merugikan semua pihak.

“Kalau ada kasus yang dilakukan perorangan, biarkan proses hukum yang bertindak dan jangan dibawa menjadi persoalan negeri, suku atau golongan,” pintanya.

Baca Juga: KNVB Temui Fans Fanatik De Oranje di Ambon

Dirinya juga mengajak masyarakat agar bersama-sama dapat menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Kalau terjadi hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, kami minta masyarakat agar segera menghubungi aparat kepolisian terdekat,” himbaunya.(S-10)