AMBON, Siwalimanews – Hingga pertengahan tahun ini sejumlah proyek jaringan air bersih yang dibiayai dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur belum juga tuntas dan mengisahkan masalah.

Padahal, berdasarkan kontrak kerja yang telah diadendum selama dua kali, seluruh pengerjaan proyek harus selesai dikerjakan pada 31 Juni lalu.

Salah satu proyek yang hingga saat ini belum tuntas dikerjakan ialah proyek pembangunan sarana dan prasarana air bersih di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon yang menelan anggaran Rp 14.493.700.315,97.

Anggaran yang terbilang fantastis tersebut sejak awal diprioritaskan untuk pembangunan delapan titik air bersih yang tersebar di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Pantau Siwalimanews di lapangan, pengerjaan proyek air bersih di kawasan pesantren yang berada di Galunggung belum tuntas dikerjakan, bahkan saat ini pekerjaan masih berkutat pada pembangunan bak penampungan dan jaringan pipa.

Baca Juga: Walikota: Ada Puluhan Titik Longsor dan Banjir di Ambon

Salah satu pekerja yang enggan namanya dipublikasikan mengaku, proyek tersebut awalnya dikerjakan oleh kontraktor dari Pulau Jawa dan mereka telah kembali beberapa bulan yang lalu ke Jawa dan proyek ini baru mulai lagi dikerjakan.

“Memang proyek sudah lama, soalnyakan baru-baru dikerjakan oleh orang dari Jawa, tapi dong sudah balik dan baru katong lanjutkan pekerjaan ini,” ujarnya.

Kondisi yang sama juga terjadi pada proyek pengerjaan pembangunan sarana dan prasarana air bersih di Dusun Air Kuning Desa Batu Merah.

Mat Marasabessy penjaga Masjid Air Kuning kepada Siwalimanews mengaku, pengerjaan bak penampungan dan pengeboran memang telah selesai dikerjakan, namun hingga kini belum jalan, lantaran peralatan untuk panel surya belum juga tiba.

“Ini samua sudah siap tapi alatnya belum datang, ini sudah lama,” ungkapnya,

Hal yang sama juga terjadi pada pengerjaan proyek pembangunan sarana dan prasarana air bersih yang berada di Dusun Kahena, Desa Baru Merah.

Ketua RT 07/17 Hamzah membenarkan adanya pekerjaan sarana dan prasarana air bersih yang hingga kini belum selesai dikerjakan.

“Memang sampai saat ini belum juga selesai dikerjakan, Beta seng tahu penyebabnya apa,” ungkap Hamzah.

Persoalan lainya terjadi di RT 005/02 Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau, dimana hingga saat ini juga pengerjaan proyek pembangunan sarana dan prasarana air bersih tak kunjung tuntas.

Rafael Romroman salah satu pengurus RT kepada Siwalimanews menjelaskan, terdapat empat jenis pengerjaan sarana dan prasarana air bersih di lingkungannya, yakni pengerjaan bak penampung, pengeboran air, pengerjaan jaringan pipa dan panel surya, tetapi sampai dengan saat ini, hanya bak penampung dan sumur bor yang selesai.

Sedangkan untuk pengerjaan jaringan pipa memang baru dikerjakan, disebabkan pekerjaan tersebut ditinggalkan oleh pekerja sebelumnya dan baru mulai dikerjakan bulan ini.

“Ini baru dimulai lagi, dan untuk sumur memang belum kita tes jadi tidak tahu ada air atau tidak,” ucapnya.

Pengerjaan proyek air bersih yang tak kunjung tuntas lainnya terjadi di RT 02/05 Kayu Tiga, dimana hingga saat ini proses pengerjaan belum tuntas, bahkan pada sumur galian baru mulai dikerjakan pelindung sumur tersebut.

“Ini baru mulai kerja, tapi katong seng tahu selanjutnya,” ungkap salah satu pekerja yang namanya tak mau dikorankan.

Selanjutnya, untuk pengerjaan proyek pembangunan sarana dan prasarana air bersih di Desa Soya juga mengalami hal yang sama.

Aleks Alfons kepada Siwalimanews mengaku, pengerjaan bak penampung dan pipa telah selesai dikerjakan, tetapi hingga kini belum juga tuntas dan dirasakan oleh masyarakat.

“Sudah siap dari lama, cuma belum jalan karena alat untuk tenaga surya belum ada,” ujar Alfons.

Sementara itu, untuk dua sumur lainya yang berada di Kopertis dan Bere-bere pengerjaannya telah selesai dan telah dinikmati oleh masyarakat setempat. (S-50)