Sayur Mengandung e-Colli, Pemda Harus Sikapi

DINAS Ketahanan Pangan Provinsi Maluku merilis hasil uji laboratorium terhadap beberapa produk sayuran milik sejumlah petani di Kota Ambon mengandung  residu pestisida dan mikroba e-colli.

Hasil uji laboratorium dari PT Saraswati Indo Genetech Nomor: SIG.CL.V.2019.012786 tertanggal 14 Agustus 2019, itu disampaikan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon Cq Kepada Bidang Ketahanan Pangan.

Dalam surat tertanggal 21 Mei tahun 2019 perihal penyampaian hasil uji laboratorium, yang diteken Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku , Habiba Saimima itu, dijelaskan, beberapa produk sayuran antara lain bayam merah, kangkung, sawi, terong ungu, terong hijau dan selada yang sampelnya diambil dari kebun milik La Adong di Desa Poka, Erwin Dusun Airlow  Desa Nusaniwe,  dan Yanto  di Taeno di Desa Poka, terdeteksi mengandung residu pestisida dan mikroba e-colli.

Surat tersebut tembusannya disampaikan kepada Gubernur Maluku sebagai laporan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku  Habiba Saimima membenarkan, kalau hasil uji lab menunjukan sayur-sayuran milik beberapa petani di Kota Ambon terdeteksi residu pestisida golongan piretroid dan permetrin.

Sayur-sayur tersebut terdeteksi mengandung kandungan residu pestisida  masih di bawah ambang batas residu, kendati aman dikonsumsi namun tetap saja harus ketat melakukan pengawasan jika tidak maka akan melebihi penggunaan pestisida.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi maupun kabupaten/kota dan intansi terkait lainnya harus terus melakukan pembinaan terhadap para petani sayuran ini agar menggunakan pestisida ramah lingkungan untuk melindungi masyarakat dari bahaya residu pestisida kimia yang menimbulkan berbagai penyakit degeneratif.

Bukan persoalan Bakteri e-colli yang terdeteksi di sayuran masih di bawah ambang batas MBR, yang dibutuhkan adalah pengawasan dan sosialisasi yang intens dilakukan dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Ambon maupun Provinsi Maluku untuk meminimalisir penggunaan pestisida melebih abang batas.

Hal ini penting, karena banyak hal yang sebenarnya kurang dipahami oleh masyarakat, khususnya bidang kesehatan, sumber-sumber yang bisa menimbulkan penyakit terkadang diacuhkan oleh masyarakat, karena itu sosialisasi perlu dilakukan secara intens.

Tentu tidak semua sayur dapat menyebabkan penyakit. Namun penggunaan pestisida yang berlebihan akan memacing penyakit khususnya perkinson dalam tubuh.

Pestisida sendiri merupakan teksik yang akan berdampak pada kesehatan manusia. Terdapat zat aktif berbahaya yang akan mencing penyakit penyakit perkinson yang bisa merusak sistim saraf manusia. Petani merupakan orang pertama yang akan mudahnya terpapar pestisida, mereka hampir setiap waktu mengurus lahan-lahan pertanian dengan pestisida, keamanan dalam melakukan penyemprotan pestisida juga terkadang tidak diindahkan petani, padahal ada aturan-aturan yang harus ditaati. Kurangnya pemahaman masyarakat ini harus dijawab segera oleh pemerintah. Bukan tunggu sampai penggunaan pestisida yang melebihi abang batas baru kemudian bergerak. Tentu sudah sangat terlambat. Karena itu pemda harus secepatnya sikapi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *