SAUMLAKI, Siwalimanews – Kota Saumlaki dipilih sebagai lokasi digelarnya Konferensi Studi Regional Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PM­KRI) komisariat daerah Maluku dan Maluku Utara, 30 Oktober sampai 2 November.

Pelaksanaan KSR lebih melihat pada isu-isu daerah yang dinilai penting untuk dikaji.

“Kami harapkan KSR memberikan rekomendasi kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan me­nyu­sun program kegiatan menyen­tuh langsung pada persoalan di daerah,” kata Komisaris PMKRI regio Maluku-Malut, Freddy Jamre­vav kepada wartawan di Kota Saum­laki, Minggu (29/10).

Menurutnya pelaksanaan KSR juga bertujuan memberikan kontri­busi nyata kepada negara melalui rekomendasi konstruktif dalam rangka memecahkan masalah.

“PMKRI mendukung langkah pemerintah, hal ini karena PMKRI merupakan bagian dari generasi penerus bangsa yang memiliki peran yang besar dalam terciptanya pe­rubahan-perubahan sosial di ling­kungannya,” jelasnya.

Baca Juga: Belajar Penataan PKL, DPRD Pasuruan Kunjungi DPRD Maluku

Dalam kegiatan ini sejumlah delegasi dari cabang-cabang di Maluku-Malut yang telah hadir di Saumlaki.

Lanjutnya utusan PMKRI Ca­bang Ambon Santo Fransiskus Xaverius, PMKRI Cabang Tual Santo Antonius de Padua, PMKRI Cabang Langgur Mgr. Johannes Aerts, PMKRI Cabang Saumlaki santo Vinsens se Paul dan utusan PMKRI Cabang Sorong.

“Para peserta dari cabang-cabang ini sudah tiba dan atas dukungan pastor paroki dan DPP quasi Tri Tunggal Maha Kudus Sifnana, kita sudah tempatkan mereka di setiap rumah umat,” katanya.

Kendati pelaksanaan sidang kehormatan dalam rangka pembukaan KSR baru akan dilaksanakan pada Senin 30 Oktober namun serangkaian kegiatan telah diawali dengan misa syukur bersama umat quasi paroki Tri Tunggal Maha Kudus Sifnana,  Minggu (29/10) yang bertempat di kampung lama Sifnana. (S-26)