AMBON, Siwalimanews –  Proses pencarian 8 penumpang tenggelamnya longboat di perairan Teor, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sejak Rabu (23/3) lalu hingga kini nihil.

Pencarian para korban kecelakaan laut ini dilakukan dengan menggu­na­kan pesawat ART dan KP Paus PSD­KP Tual dan KN SAR Abimanyu te­ta­pi belum mene­mu­kan tanda-tanda ke­beradaan korban.

Demikian diungkapkan, Kepala Kantor SAR Ambon Mustari dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Minggu (27/3).

Mustari mengatakan, pencarian korban tenggelam di perairan Pulau Teor Kabupaten SBT menggunakan pesawat ATR 42-300 PK-YRE PSDKP Tual dengan rute Pulau-Pulau Kei dan Pulau Teor.

Dari data pesawat ATR tersebut, lanjut dia,  didapati ketinggian jela­jah 300 M, kecepatan 150 Knots, Visibility 1 Km, dan Luas area pen­carian -+ 3.500 Nm m² dengan hasil belum menemukan tanda-tanda kebera­daan korban.

Baca Juga: TNI Bersama Rakyat Gelar Karya Bakti

Selain pesawat yang digunakan untuk pencarian, katanya, Kantor SAR Ambon juga menggunakan  KP Paus PSDKP Tual yang melaksa­nakan pencarian dengan luas area -+ 4,977 Nm m² di perairan Pulau Teor dan Pulau Uran juga belum me­nemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Pencarian juga dilakukan dengan menggunakan KN SAR Abimanyu yang melaksanakan Ops SAR di per­airan Pulau Teor Kabupaten Seram Bagian Timur juga belum mene­mukan tanda-tanda keberadaan korban.

Sementara itu, dari Pulau Kesui melalui koordinasi dengan Basarnas Ambon tiga longboat serta unsur potensi SAR yang terdiri dari TNI/Polri dan masyarakat dikerahkan guna melakukan Pencarian disekitar lokasi kejadian.

Diungkapkan, tiga longboat ter­sebut berhasil menjangkau perairan Pulau Teor, perairan Pulau Urang, dan perairan Pulau Kaimer. Namun hingga pukul 18.20 WIT pencarian dari Unsur SAR Gabungan dari Pulau Kesui belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Dia menambahkan, unsur yang terlibat  dalam pencarian para korban yaitu, tim Rescue Pos SAR Tual, ABK KN SAR Abimanyu,  12 PSDKP Tual, ABK KP PAUS PSDKP Tual,

Crew Pesawat ATR 42.300 PK-YRE PSDKP Tual , TNI AU  dan msyarakat.

“Alut yang digunakan yaitu, KN SAR Abimanyu  1 Unit, KP PAUS PSDKP Tual,  1 Unit

Pesawat ATR PK-YRE PSDKP Tual, 1 Unit dan Longboat Nelayan, 3 unit,” rincinya.

Longboat Tenggelam

Dari 13 orang yang naik longboat naas itu, lima orang ditemukan dalam keadaan selamat, delapan lainnya masih terus dicari.

Kecelakaan laut kembali terjadi di Maluku. Salah satu longboat yang mengangkut 13 orang penumpang dikabarkan tenggelam diantara Kecamatan Kesui Watubela dan Kecamatan Teor, Kabupaten Seram Bagian Timur.

Kecelakaan laut ini terjadi akibat gelombang tinggi, disertai cuaca ekstrim pada Rabu (23/3) pukul 16.00 WIT menghantam longboat yang dikemudikan Jafar Rumahtiga.

Tak pelak, longboat yang memuat 12 penumpang ditambah pengemudi  itu tenggelam. Sedikitnya 5 orang penumpang selamat, sementara 8 penumpang lainnya masih belum ditemukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten SBT, Usman Keliobas yang dikon­firmasi Siwalima di Bula, Kamis (24/3) membenarkan kejadian laka laur tersebut.

Menurut Usman, longboat yang tenggelam akibat dihantam gelom­bang tinggi disertai cuaca buruk.

Usman menyebutkan, ada 12 penumpang diantaranya dan satu pengemudi longboat  dari Keca­ma­tan Kesui Watubela menuju Keca­matan Teor dalam rangka mengikuti Musyawarah Rencana Pembangu­nan (Musrembang) kecamatan dan tugas pengawasan dari beberapa pegawai Inspektorat Pemkab SBT.

“Di dalam longboat itu bukan saja pegawai di lingkup Pemkab SBT melainkan terdapat lima warga dan satu di antaranya anak yang masih berumur tiga tahun,” katanya.

Masih kata Usman, sesampainya di perairan antara Kesui dan Teor sekitar pukul 16.00 WIT, longboat  tersebut karam lantaran gelombang tinggi yang disertai dengan cuaca buruk.

Adapun nama-nama penumpang longboat yaitu Camat Teor, Indah Adhayati Rumakway, 3 pegawai Inspektorat yaitu, Rinto, Ismail Hatala, Ibrahim Kilwouw.

Selanjutnya, 3 Staf Bappeda Ka­bupaten SBT, Gusti Pattikupang, Uya Kilkoda, Fajrin.

Dan 6 orang warga masyarakat yaitu, Jafar Rumatiga, Saida Ke­liobas, Hairudin, anak umur  3 Tahun, Idrus Retob, Nursam Rumodar dan Husein.

Hingga Kini, ujar Usman, pemkab SBT sudah melakukan koordinasi dengan Basarnas Kota Ambon serta Basarnas Tual.

“Kami sudah melakukan koordi­nasi dengan Basarnas Ambon dan koordinasi tersebut diteruskan ke Basarnas Tual karena jarak antara Tual lebih dekat ketimbang sehingga Basarnas Tual saat ini sedang  me­lakukan pencarian,” tuturnya sem­bari mengungkapkan, upaya penca­rian penumpang juga dilakukan oleh Polairud SBT.

Sementara itu, Kasat Polairud SBT, Ipda H Nindatu yang dikon­firmasi Siwalima, Kamis (24/3) mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pencarian.

“Kami sedang melakukan giat untuk melakukan pencarian penum­pang longboat yang belum ditemu­kan,” tuturnya.

Kapolsubsek Wakate, Aiptu Ade Muharram dalam rilisnya yang di­terima Siwalima, Kamis (24/3) meng­ungkapkan, penumpang longboat yang sudah ditemukan selamat dari kecalakaan laut itu sebanyak 5 penumpang.

Mereka yang sudah ditemukan dalam keadaan selamat diantaranya, Camat Teor Indah Adhayati Rumak­way, Anggota Satpol PP SBT, Idris Rettop, Dua Pegawai Negeri Sipil pada Bappeda SBT, Abdullah Kilko­da dan Gusti Pattikupang, Serta salah satu warga yakni Husein Ke­liobas.

Sedangkan 8 penumpang yang masih dalam tahapan pencarian yakni, Rinto, Ismail Hatala dan Ibra­him Kilwow yang merupakan pe­gawai pada inspektorat daerah, Fajrin Pegawai pada Bappeda, Pe­ngemudi longboat Ja’far Rumahtiga beserta Istri Saidah Keliobas dan anak Hairudin dan Samsia Rumodar yang merupakan bibi dari Camat Teor.

Kepala Basarnas Ambon, Mustari mengungkapkan, pihaknya menda­patkan laporan dari Pegawai BPBD Kabupaten SBT, Sayuti bahwa ada longboat yang tenggelam yang ditumpangi 12 orang penumpang dan tenggelam di perairan Pulau Baam dan Pulau Teor, Kabupaten SBT.

Dalam rilis yang diterima Siwa­lima, Kamis (24/3) kata Mustari, seterimanya informasi tentang peris­tiwa tersebut, Kantor SAR Ambon mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Tual dan KN SAR Bharata menuju LKK guna melaksanakan Ops SAR pada koordinat duga 4° 40′ 7.38″ S – 131° 44′ 37.39″ E, Jarak -+ 89,59 Nm, dan Heading 314,51° Arah Barat Laut dari Pos SAR Tual.

“Diketahui sebelumnya Pada pukul 14.15 WIT tanggal (23/03) satu unit speedboat berangkat dari Desa tanah Baru Kecamatan Kesui Watubela menuju Kecamatan Teor dengan penumpang sebanyak 12 orang diantaranya, 9 orang laki-laki dan 3 orang perempuan,” ujarnya.

Pada saat dalam perjalanan antara pulau BAM dan Pulau Teor  tiba-tiba gelombang besar menghantam samping longboat dan seketika terbalik dan tenggelam sekitar pukul 16.00 WIT. Dalam kejadian ini 5 orang dinyatakan selamat sementara 7 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Sedangkan kondisi cuaca saat ini, Hujan sedang, Angin Barat – Barat Laut: 5 – 25 Knots Tinggi Gelombang: 1,25 – 2,5 M. dan unsur yang terlibat dalam penca­rian yaitu, Rescuer Pos SAR Tual: 3 orang, ABK KN SAR Bharata: 7 orang. Alut yang digunakan KN SAR Bharata;  1 Unit. (S-19/S-21)