AMBON, Siwalimanews – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berupaya untuk memperkenalkan pola pendidikan yang bebasis kepulauan melalui pelaksanaan Internasional Seminar on Education.

Dekan FKIP Unpatti Izaak Wenno dalam sambutaanya mengatakan seminar ini upaya menitikberatkan bagaimana bisa mengembangkan pendidikan dan pembelajaran yang fokus pada daerah kepulauan.

Akan tetapi hal ini diakuinya, menjadi tanggung jawab bersama semua pihak.

“FKIP sebagai leading yang punya tanggung jawab untuk bagaimana bisa menciptakan model pendidikan dan pembelajaran yang berbasis kepulauan,” kata Wenno.

Dikatakan ide dan gagasan pendidikan kepulauan harus dibumikan, sampaikan ke semua orang terutamanya pengambil kebijakan di 11 kabupaten kota.

Baca Juga: UMK Ambon Naik Tipis 3,22 Persen

Tahun 2021 menurutnya pendidikan kepulauan jadi salah satu mata kuliah wajib untuk mahasiswa di 16 program studi. Misalnya Fisika berbasis kepulauan, Matematika berbasis kepulauan, Sejarah berbasis kepulauan hingga Prodi mana­jemen Pendidikan. “Kita coba bagaimana kembangkan manajemen pendidikan di daerah kepulauan,” jelasnya.

Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Seminar Internasional, Fricean Tutuarima menambahkan seminar ini untuk ke keenam kalinya dan jadi agenda tahunan FKIP.

“Kegiatan ini untuk menjawab permasalahan pendidikan kepulauan, baik alternatif model, bagaimana pembelajaran berbasis laut pulau, bagaimana literasi yang terbatas di sekolah-sekolah laut pulau dan masalah lainnya,” ungkapnya.

Untuk diketahui peserta terdaftar lewat online ada lebih dari 300 orang. Dengan narasumber selain dekan FKIP, ada dari Fakultas Keguruan Lampang Rajabhat University-Thailand, Rektor Daegu University of Foreign Studies-Korea Selatan dan Director of Higher Degree Research Faculty of Education, Southern Cross University-Australia,” (S-52)