AMBON, Siwalimanews – Kepala Dinas Perhubungan Robbi Sapulette mengaku, dengan dilakukannya penertiban parkir nginap sejak awal Februari tahun ini, masyarakat mulai miliki kesadaran yang tinggi untuk tidak memarkirkan kendaraannya di kawasan-kawasan yang dilarang parkir hingga pagi hari (parkir nginap-red).

“Masyarakat sudah mulai miliki kesadaran yang tinggi terhadap kegiatan parkir inap,” ungkap Sapulette kepada Siwalima di sela-sela rapat koordinasi pemkot, Jumat (28/2).

Ia mengaku, tertib parkir nginap yang awalnya kelihatan memaksa, ternyata lama-kelamaan menjadi budaya yang membuat masyarakat mulai sadar.

Tertib parkir nginap yang didalam programnya dinamakan program Buruan Hantu (Burhan) yang dilaksanakan awal Februari yang bertujuan, untuk menertibkan kegiatan parkir inap kendaraan pada bantaran jalan.

“Sampai saat ini sudah tercatat ratusan  kasus yang ditangani oleh kita di Dinas Perhubungan,” ujarnya.

Baca Juga: Masyarakat Adat Tuntut Izin CV SBM Dicabut

Titik penertiban yang dilaksanakan oleh petugas Burhan berada pada ruas jalan yang berkoneksi langsung dengan jalan-jalan protokol. Ini bertujuan agar terhindar dari kecelakaan dan yang paling utama adalah, estetika kota akan terlihat indah ketika jalan itu bersih dan rapih. (Mg-6)