AMBON, Siwalimanews – Mewakili warga Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Saniri Negeri Batu merah menyambangi gedung Balai Kota Ambon, untuk menemui Walikota, Richard Louhenapessy agar tidak memperpanjang masa jabatan dari Penjabat Negeri, Idrus Wamuna.

“Katong semua menolak Idrus Bomona untuk masuk kembaki ke negeri Batu Merah,” ungkap sekretaris saniri, Abdu Rasyid Walla, dengan logat Ambon kental kepada wartawan, usai menemui Walikota, Rabu (3/11).

Katanya, dalam pertemuan yang dilakukan. Pihaknya telah melayangkan permohonan terkait dengan masalah ini. Yang sekaligus kepada Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintah (Ta-pem), Emma Waliulu yang mendampingi mediasi dengan walikota.

“Kami berharap supaya sesegera mungkin, menggantikan saudaa Idrus Boamona,” tegasnya.

Penolakan ini, tambahnya tentu bukan tanpa alasan. Boamona tak becus dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya selaku penjabat negeri. “Karena kami menilai bahwa dia tidak berhasil. Kenapa karena dia punya tugas utama itu mempercepat proses penetapan raja definitif raja Batu Merah. Tapi sampai saat ini dia tidak pernah melakukan hal itu. Yang kedua Ranperneg itu dia tidak mau mendatangani dengan tidak ada alasan yang tepat bagi kami,” terangnya.

Baca Juga: Ahok Janji Pasok Solar Bantu Nelayan di Ambon

Kata Walla, Wamuna juga tidak pernah mengindahkan Saniri Negeri dan juga tidak mengindahkan surat dari Pemerintah Kota Ambon.

Tak hanya Walla yang mengeluhkan kerja dari Bomona. Shalem Tahalua, yang juga merupakan tokoh masyarakat sekaligus demisioner Ketua Saniri mengungkapkan, pejabat ini tidak dapat menjalan kan tugasnya sesuai dengan SK Walikota.

“Sesuai SK Walikota itu, bagaimana mempercepat proses raja definitif di Negeri Batu Merah,” tandasnya.

Lanjutnya, Saniri Negeri lama telah melaksanakan tugas yakni penetapan mata rumah parenta. Yang kemudian ditindaklanjuti oleh saniri yang baru. Namun, sampai dengan saat ini justru tak diindahkan oleh Boamona. Oleh sebab itu dirinya bersikeras agar walikota tak memperpanjang masa jabatannya lagi. (S-52)