PIRU, Siwalimanews – Satu bidan yang sesehari bertugas pada puskesmas Kairatu, berinisial N, harus menjalani karantina mandiri di rumah susun PNS, di Kota Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, lantaran hasil rapid test-nya reaktif.

Bidan yang kini berstatus PDP itu, diduga pernah kontak langsung dengan almarhum DAS yang meninggal positif Covid-19 dan terkonfirmasi dengan kasus 35 tersebut.

Perawat ini dibawah untuk dikarantina pada Jumat (15/5) sekitar pukul 15.00 WIT mengunakan mobil ambulance oleh petugas medis dengan mengenakan pakian APD lengkap.

Pantauan Siwalimanews saat bidan ini dibawah ke Kota Piru untuk dikarantina mendapat dukungan dari rekan-rekan kerjanya, bahkan masyarakat Desa Kairatu sempat menghentikan laju ambulance tersebut, hanya untuk meminta waktu agar masyarakat berdoa dengan bidan itu sebelum dibawah ke lokasi karantina.

“Kami bukan halangi ambulance dengan maksud lain, tapi kami hanya ingin berdoa kepada ibu bidan kami sebagai bentuk dukungan lewat doa agar Tuhan berikan kesembuhan bagi ini bidan kita ini,” ujar salah satu warga Kairatu yang enggan namanya dipublikasikan.

Baca Juga: Gustu Kecolongan, Warga SBB Resah

Usai berdoa, sang bidan tersebut membuka kaca mobil dan melemparkan senyum serta memberikan salam namaste kepada masyarakat Kairatu setelah itu ambulance tersebut kembali melaju menuju ke Kota Piru.

Sementara itu, informasi yang dihimpun Siwalimanews dari berbagai sumber menyebutkan bahwa, perawat berinisial N ini hasil rapid testnya reaktif dan swabnya juga sudah diambil, sehingga ia harus dikarantinakan.

“Pasien tersebut sudah diambil hasil swabnya dan hanya tuggu hasilnya saja kemudkian akan keluar dalam waktu tiga hari kedepan,” ungkap sumber tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Seram Bagian Barat Johanes Tappang yang juga Tim Gustu SBB saat dikonfirmasi Siwalimanews terkait dikarantinakan perawat ini, enggan berkomentar bahkan ia melemparkan tanggungjawab itu ke Jubir Gustu SBB H Mandaku.

“Jang wawancara beta, tanya saja kepada jubir sana yakni Kabag Humas SBB,” tegasnya.

Kabag Humas SBB saat ditemui Siwalimanews di Kantor Bupati juga engan berkomentar, dikarenakan sebab tidak miliki data riil, lantaran belum mendapat informasi dari Kadis Kesehatan yang merupakan tim gustu.

“Bagaimana beta mau kasi data, karena beta belum tarima data dari Kadis Kesehatan, beta mau bicara apa karena beta bukan orang kesehatan,” tegasnya.(S-48)