NAMLEA, Siwalimanews – Rapat dengar pendapat antara Pemerintah Kabupaten Buru dan para wakil rakyat di DPRD setempat ricuh, gara-gara wakil dari Partai Nasdem sempat bersuara keras dan dibalas satu pim­pinan OPD juga dengan cara yang kurang etis pula.

Informasi yang dihimpun Siwalima, pasca kejadian Rabu (24/6) siang, sejumlah wakil rakyat tidak terima dengan keributan itu dan mereka meminta agar tiga pimpinan DPRD menyurati Bupati Buru guna menyampaikan nota protes supaya menegur bawahannya.

Keributan itu terjadi saat wakil rakyat dari Partai Nasdem, John Lehalima yang duduk di dekat Asisten III Mansur Mamulaty, turut buka suara. Ia mendesak eksekutif agar mengembalikan PTT yang dipecat dengan alasan pandemi Covid-19.

Hanya saat penyampaian itu, konon diduga wakil rakyat ini ada mengeluarkan kalimat yang tidak pantas. “Dari situlah terjadi trouble,” ucap satu anggota dewan yang meminta namanya dirahasiakan.

Saat John Lehalima masih terus bicara, terdengar ada pimpinan OPD menanggapinya tanpa melalui pimpinan rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Buru, M Rum Soplestuny.

Baca Juga: Brimob Maluku Terus Berupaya Cegah Penyebaran Covid-19

Dua kali dari arah tempat duduk para pimpinan eksekutif terdengar ada yang menyela omongan John Lehalima.

John juga terpancing dengan suara dari arah kursi para limpinan OPD ini, sehingga ia juga merespon.

Fatalnya, sebelum pimpinan sidang bertindak mengendalikan sidang, ada satu pimpinan OPD yang menunjukan kepalan tangan ke John Lehalima, dan akhirnya keributanpun merembet.

Saat oknum pimpinan OPD ini sedang adu mulut dengan John Lehalima tanpa mengindahkan pimpinan sidang di depan, Ketua Fraksi PPP-PDIP Bambang Langlang Buana, menginterupsi debat kusir itu.

Bahkan Bambang sempat menggebrak meja. Ia menegaskan, ada oknum pimpinan OPD yang tidak lagi menghargai lembaga wakil rakyat.

“Kalau tidak sepakat dengan apa yang disampaikan oleh pak John, kan bisa interupsi lewat pimpinan sidang. Nanti pimpinan sidang memberikan ruang untuk OPD klarifikasi. Itu yang beta pahami, sehingga beta tadi refleks pukul meja sambil interupsi,”urai Bambang usai keributan itu.

Bambang meminta agar lembaga DPRD Buru ini dihargai. Bila ada yang berkeberatan, supaya disampaikan melalui alurnya lewat pimpinan sidang.

Namun beberapa pimpinan OPD yang hadiri rapat itu sudah terbakar emosi kata-kata John Lehalima yang konon diduga juga ada kalimat bernada agitasi, sehingga niat baik Bambang itu juga direspon negatif.

Dari bukti rekaman video yang sempat diambil berdurasi hanya 59 detik terlihat para wakil rakyat dan para pimpinan eksekutif sama-sama berdiri.

Bambang Langlang Buana sedang menginterupsi dan terlihat ada oknum pimpinan OPD yang menunjuk tangan kanan kepadanya. “Hargai pimpinan kita, interupsi lewat pimpinan kita,” tandas Bambang Langlang Buana.

Terlihat pula para pimpinan OPD satu per satu meninggalkan ruang pertemuan.

Pasca keributan itu, terjadi pertemuan tertutup antara Ketua DPRD dengan wakil rakyat dengan para pimpiman OPD. Namun John Lehalima dan Bambang tidak lagi mengukiti pertemuan itu.

Sampai berita ini dikirim, John Lehalima yang hendak dimintai tanggapannya tidak dapat dihubungi. Dikontak lewat dua nomor teleponnya, namun tidak lagi aktif.

Sementara wakil rakyat dari PKS, Arifin Papalia dihubungi terpisah, mengaku insiden tadi sempat digunjing sampai sore oleh teman-temannya di DPRD.

Papalia dan teman-temannya berharap agar DPRD melayangkan surat protes ke Bupati Buru, supaya menegur bawahannya. “Keinginan beta dengan beberapa teman, harus buat surat tertulis ke pak bupati karena ini seng punya etika,” ujar Papalia. (S-31)